Berita

Personel Satgas Ops Damai Cartenz tengah menangkap gembong Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (Foto: Istimewa)

Politik

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 00:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tragedi kekerasan bersenjata kembali mengguncang Jayawijaya, Papua Pegunungan. Tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak ketika menjalankan tugas, sementara seorang warga sipil yang berprofesi sebagai sopir juga dilaporkan menjadi korban kekerasan bersenjata pada Selasa, 15 September 2026.

Rangkaian peristiwa tersebut kembali menyisakan pertanyaan serius mengenai keselamatan warga sipil di tengah situasi keamanan Papua yang masih menghadapi ancaman kelompok bersenjata.

Kasus itu kemudian mendapat sorotan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Dr Abdul Haris Fatgehipon. Ia menyampaikan duka mendalam sekaligus menilai perlindungan terhadap warga sipil dan aparatur pemerintah harus menjadi perhatian utama negara.


“Pemerintah sebaiknya lebih memfokuskan kepada upaya penanganan keamanan di Papua. Korban sipil dan aparat pemerintahan, sipil dan militer terus bertambah,” kata Abdul Haris dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 16 September 2026.

Menurut dia, tragedi yang menimpa para ASN tidak dapat dilihat sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Ketika warga yang menjalankan pekerjaan sehari-hari menjadi korban, rasa aman masyarakat ikut terpengaruh dan pelayanan publik berpotensi terganggu.

"Kasus warga sipil yang menjadi sopir dan dilaporkan tewas setelah mengalami intimidasi. Berdasarkan informasi yang bisa kita saksikan di media, korban disebut sempat dipaksa mengibarkan bendera Bintang Kejora dan menyatakan dukungan kepada kelompok separatis sebelum kemudian ditembak," jelasnya. 

Kasus tersebut, lanjut dia, memperlihatkan bahwa masyarakat sipil berada dalam posisi yang sangat rentan ketika kekerasan bersenjata terus berlangsung.

“Kalau teror terus terjadi di Papua dan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil dan ASN, masyarakat Indonesia akan makin ragu terhadap kemampuan TNI-Polri dalam penanganan aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata,” ujarnya.

Abdul Haris meminta pemerintah memperkuat strategi pengamanan di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Ia menilai karakter geografis Papua yang luas dan sulit dijangkau perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan personel dan pola pengamanan.

“Penempatan pasukan jangan dilihat dari jumlah penduduk, tetapi harus dilihat dari luas wilayah dan tingkat kerawanan,” imbuhnya.

Masih kata dia, perlindungan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi serangan. Negara perlu memiliki kemampuan deteksi dan pencegahan yang lebih kuat agar masyarakat sipil tidak terus berada dalam situasi rentan.

“Jangan sampai masyarakat takut menjalankan aktivitasnya karena persoalan keamanan,” pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya