Berita

(Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

Bisnis

Tanggap Karhutla, PTPN IV PalmCo Canangkan Program Desa Mandiri Peduli Gambut

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 20:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PTPN IV PalmCo memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang di kawasan gambut, melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) dengan mengintegrasikan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Program yang dijalankan di sekitar wilayah operasional perusahaan, termasuk Regional IV Jambi-Sumbar dan Riau, diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur pengelolaan air, penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA), edukasi pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB), hingga pengembangan komoditas alternatif seperti nanas di Tanjung Jabung Timur, Jambi. 

Langkah tersebut diarahkan untuk membangun ketangguhan desa dalam menghadapi karhutla sekaligus menciptakan sumber pendapatan masyarakat yang berkelanjutan.


“Kami semaksimal mungkin preventif secara menyeluruh termasuk di wilayah sekitar perusahaan sejak dari fase prabencana,” ujar Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa dalam keterangan tertulis, Rabu 16 September 2026.

Menurut Jatmiko, strategi tersebut menjadi semakin penting ketika ancaman musim kemarau panjang dan fenomena cuaca ekstrem meningkatkan risiko munculnya titik panas. 

"Karena itu, mitigasi harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, kesiapan sumber daya, pengelolaan tata air hingga keterlibatan masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah rawan," tuturnya.

Di sisi lain, pendekatan preventif PalmCo juga diperkuat dengan sistem pemantauan dan pengelolaan lingkungan di wilayah operasional. Jatmiko menjelaskan perusahaan mengembangkan sistem deteksi dini berbasis teknologi serta memperhatikan tata kelola air, terutama di kawasan gambut. 

“Teknologi pemantauan ini menjadi sistem peringatan dini (early warning system) secara real-time. Namun, sistem secanggih apa pun harus didukung oleh kesiapan infrastruktur di lapangan,” jelasnya.

Jatmiko menambahkan bahwa pengelolaan tata air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga lahan gambut tetap lembab dan tidak mudah terbakar ketika kondisi cuaca semakin terik. 

"Karena itu, strategi pencegahan PalmCo diarahkan untuk menghubungkan teknologi pemantauan dengan kesiapan infrastruktur di lapangan, sehingga potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya