Berita

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Politik

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 16:28 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid tidak hadir dalam sejumlah agenda kementerian selama dua hari terakhir. 

Namun, ketidakhadiran Nusron tersebut disebut bukan karena sakit, melainkan karena adanya penugasan dan kegiatan yang telah terjadwal.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Rabu, 16 September 2026. 


Sebelumnya, KPK menetapkan delapan anak buah Nusron sebagai tersangka dalam OTT terkait dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.

“Saya hadir di sini kemarin mewakili. Tentunya itu adalah penugasan dari beliau sebagai Menteri ATR BPN,” kata Ossy 

Saat ditanya apakah Nusron tidak hadir karena sakit, Ossy membantah informasi tersebut.

“Tidak,” ujar Ossy.

Ossy menjelaskan, Nusron memiliki penugasan dan kegiatan yang sudah terjadwal. Ia juga belum dapat memastikan apakah Nusron sedang berada di Jakarta karena harus mengecek informasi tersebut kepada sekretariat Menteri.

“Artinya beliau memiliki penugasan dan kegiatan yang sudah terjadwal,” kata Ossy.

Meski tidak hadir dalam sejumlah rapat, komunikasi dengan Nusron disebut tetap berjalan. 

Ossy mengaku berkomunikasi dengan Nusron setiap hari karena kementerian masih berada di bawah kepemimpinannya.

“Kan kementeriannya masih dipimpin oleh beliau,” ujar Ossy.

Ia juga menegaskan penugasan dirinya dalam sejumlah agenda merupakan arahan langsung dari Nusron.

“Penugasan saya ke sini juga atas arahan beliau,” kata Ossy.

Terkait perkembangan perkara yang disampaikan KPK, Ossy mengatakan, Kementerian ATR/BPN menghormati proses hukum dan akan kooperatif. Kementerian juga melakukan langkah internal untuk menindaklanjuti perkembangan perkara tersebut.

Menurutnya, langkah internal diperlukan untuk memastikan persoalan serupa tidak kembali terjadi. Namun, substansi perkara masih terus didalami KPK.

Ossy juga menyebut prosedur dan SOP di Kementerian ATR/BPN pada dasarnya tidak mengenal adanya pengepul. Karena itu, pihaknya akan mendalami kembali langkah internal yang diperlukan.

“Tapi kita akan dalami lagi seperti apa langkah internalnya,” pungkas Ossy.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya