Berita

Rapat Komisi XII DPR RI bersama Kementerian ESDM, Rabu, 16 September 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

ESDM Kantongi Anggaran Rp27 Triliun Untuk 2027

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 14:22 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendapat pagu anggaran Rp27.372.845.631.000 untuk tahun anggaran 2027, dengan alokasi terbesar antara lain untuk sektor ketenagalistrikan dan minyak dan gas bumi.

Anggaran tersebut telah disetujui Komisi XII DPR RI dalam rapat kerja bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Rabu, 16 September 2026 setelah sebelumnya dibahas Badan Anggaran DPR RI.

Dari total pagu tersebut, Rp22,51 triliun atau sekitar 82 persen dialokasikan untuk program strategis pembangunan infrastruktur ESDM. Kemudian Rp1,31 triliun atau 5 persen untuk kegiatan publik nonfisik, serta Rp3,56 triliun atau 13 persen untuk belanja operasional dan layanan manajemen.


Bahlil merinci, Ditjen Minyak dan Gas Bumi mendapat alokasi Rp11,34 triliun, sedangkan Ditjen Ketenagalistrikan memperoleh Rp10,44 triliun.

Berikutnya, Ditjen EBTKE mendapat Rp1,81 triliun, BPSDM Rp874,90 miliar, Badan Geologi Rp774,83 miliar, dan Ditjen Mineral dan Batubara Rp702,53 miliar.

Sementara itu, Sekretariat Jenderal mendapat Rp537,91 miliar, BPH Migas Rp474,43 miliar, Inspektorat Jenderal Rp132,46 miliar, BPMA Rp109,35 miliar, Ditjen Penegakan Hukum Rp89,38 miliar, serta Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Rp81,47 miliar.

“Ditetapkan pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2027 tidak mengalami perubahan seperti apa yang tadi pimpinan sampaikan, sebesar Rp27,37 triliun,” kata Bahlil dalam rapat tersebut.

Dari anggaran program strategis infrastruktur sebesar Rp22,51 triliun, sejumlah alokasi diarahkan untuk pembangunan jaringan gas dan infrastruktur ketenagalistrikan.

Pembangunan infrastruktur listrik desa dan konsultan pengawas untuk 1.220 lokasi mendapat alokasi terbesar, yakni Rp9,31 triliun. Sementara Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan konsultan pengawas untuk 400.000 rumah mendapat Rp949 miliar.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan Rp815,56 miliar untuk program kompor listrik dan Rp635,24 miliar untuk konversi motor listrik.

Untuk sektor gas bumi, pembangunan jargas rumah tangga dan konsultan pengawas mendapat Rp5,21 triliun. Pipa gas bumi Cirebon-Semarang dan konsultan pengawas dialokasikan Rp3,94 triliun.

Kemudian pipa transmisi gas Semarang-Solo-Yogyakarta mendapat Rp702,38 miliar, sedangkan pipa transmisi gas Cirebon-Bandung sebesar Rp577,56 miliar.

Program lainnya meliputi konversi kit petani dan konsultan pengawas sebesar Rp158,50 miliar, PLTMH serta monitoring infrastruktur multi unit Rp58,58 miliar, serta pembangunan kapal Geomarin 5 sebesar Rp130,46 miliar.

Bahlil mengatakan anggaran infrastruktur tersebut diarahkan untuk pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk pipa gas, jargas, dan listrik desa.

“Rp22,51 triliun atau setara dengan 82 persen untuk program strategis berbagai pembangunan infrastruktur Kementerian ESDM. Ini untuk membangun pipa, membangun jargas, membangun listrik desa. Jadi semuanya kita melakukan program ini ke rakyat langsung,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Komisi XII DPR RI juga menyetujui rincian pagu anggaran berdasarkan unit eselon I. Totalnya tetap sebesar Rp27.372.845.631.000 untuk Kementerian ESDM tahun anggaran 2027.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya