Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Jelang Putusan The Fed, Harga Emas Kembali Melemah

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 07:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas turun, tertekan penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury. 

Lonjakan harga minyak mentah turut memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Harga emas spot turun 0,1 persen menjadi 4.293,29 Dolar AS per ons pada penutupan perdagangan Selasa 15 September 2026,  setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 7 Agustus. Sementara emas berjangka AS kontrak Desember melemah 0,4 persen menjadi 4.332,80 Dolar AS per ons.


Pelaku pasar kini menanti keputusan kebijakan The Fed yang akan diumumkan Kamis pekan ini. Pasar secara luas memperkirakan suku bunga acuan dinaikkan 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00 persen. Pernyataan The Fed setelah keputusan tersebut akan menjadi perhatian utama untuk melihat arah kebijakan selanjutnya.

Pavilonis mengatakan sebagian kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga kemungkinan telah tercermin dalam harga emas. Namun, emas masih berpotensi tertekan jika The Fed memberi sinyal mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.

Tekanan juga datang dari penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury 10 tahun ke level tertinggi sejak 2007. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di pasar minyak, harga crude melonjak lebih dari 3 Dolar AS per barel setelah aktivitas pemuatan minyak di pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, dihentikan. Libya juga menghentikan operasi di tiga ladang minyak. Gangguan pasokan tersebut meningkatkan kekhawatiran tekanan inflasi global.

Sementara itu, perak spot naik 0,3 persen menjadi 63,41 Dolar AS per ons. Platinum menguat 0,7 persen menjadi 1.772,32 Dolar AS per ons, sedangkan paladium naik 0,1 persen menjadi 1.294,14 Dolar AS per ons.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya