Berita

ASEAN Economist UOB, Enrico Tanuwidjaja dalam UOB Media Editors Circle 2026 bertema “Reclaiming Global Trust: Indonesia’s Investment Agenda for a Volatile World” di Jakarta, Selasa 15 September 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 19:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketidakpastian ekonomi global masih tinggi, terutama di tengah perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan potensi perlambatan sejumlah sektor berbasis teknologi. 

Namun, Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif lebih kuat dibandingkan sejumlah negara ASEAN karena ditopang konsumsi domestik.

ASEAN Economist UOB, Enrico Tanuwidjaja, mengatakan kekuatan konsumsi dalam negeri menjadi salah satu keunggulan Indonesia ketika ekonomi global menghadapi volatilitas.


Menurutnya, berbeda dengan negara ASEAN yang lebih bergantung pada ekspor, Indonesia tidak akan langsung terkena dampak jika permintaan global, termasuk permintaan yang berkaitan dengan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), mengalami perlambatan.

“Indonesia contohnya kita nilai konsumsi domestik. Nah, ini yang butuh trust. Ini makanya menurut saya itu sangat penting sekali,” ujar Enrico dalam UOB Media Editors Circle 2026 bertema “Reclaiming Global Trust: Indonesia’s Investment Agenda for a Volatile World” di Jakarta, Selasa 15 September 2026.

Ia membandingkan posisi Indonesia dengan Vietnam yang sangat bergantung pada ekonomi ekspor. Ketika permintaan AI global melemah, Vietnam dinilai akan lebih cepat merasakan dampaknya. Sementara Singapura dan Malaysia juga memiliki eksposur terhadap ekonomi global, sedangkan Filipina relatif terbantu oleh sektor jasa.

Di tengah kondisi tersebut, Enrico menilai kerja sama antarnegara ASEAN menjadi kekuatan tersendiri bagi kawasan. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan tetap berada di kisaran 3 persen meski menghadapi berbagai tekanan, sementara sebagian besar negara ASEAN diproyeksikan tumbuh di atas level tersebut.

“Jadi tentunya uang harusnya masuk ke sini. Nah, gimana kita meng-capture-nya,” katanya.

Meski peluang investasi di kawasan ASEAN masih terbuka, Enrico menekankan bahwa Indonesia perlu membangun kepercayaan di dalam negeri terlebih dahulu sebelum dapat kembali menarik kepercayaan global.

“Intinya, ketidakpastian global masih tinggi. Kita akan menangkap The Fed hari Kamis ini, tapi kita harus build domestic trust dulu sebelum kita reclaim global trust,” tegasnya.

Dari sisi moneter, Enrico melihat Indonesia berada dalam posisi yang cukup baik karena masih memiliki ruang kebijakan untuk merespons perubahan kondisi ekonomi.

Sementara itu, perlambatan sektor teknologi global dinilai belum memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap Indonesia. Menurut Enrico, kebutuhan terhadap keamanan siber dan layanan terkait masih menjadi peluang yang penting di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Dengan fundamental konsumsi domestik dan ruang kebijakan yang masih tersedia, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk tetap tumbuh di tengah volatilitas global. Tantangannya kini adalah bagaimana kekuatan tersebut diterjemahkan menjadi kepercayaan yang mampu menarik investasi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya