Berita

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Foto: Kemenhaj)

Nusantara

Menhaj Ingatkan Pelayanan Jemaah adalah Amanah

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 18:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) agar menempatkan pelayanan kepada jemaah sebagai bentuk pengabdian. Menurutnya, tugas tersebut bukan sekadar rutinitas pekerjaan, melainkan amanah yang menuntut integritas.

Pesan itu disampaikan Irfan dalam agenda Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah di Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta, Senin 14 September 2026.

Di hadapan aparatur sipil negara (ASN) Kemenhaj, Irfan mengajak seluruh jajaran kembali merenungkan tujuan dari pekerjaan yang mereka jalankan. Ia meminta setiap petugas mengingat bahwa seluruh tugas pelayanan pada akhirnya bermuara pada kepentingan jemaah.


“Untuk siapa kita bekerja? Jawabannya sederhana, untuk jemaah,” ujar Menhaj.

Irfan mengatakan, setiap jemaah memiliki cerita dan perjuangan masing-masing sebelum akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji. Ada orang tua yang bertahun-tahun menyisihkan penghasilan untuk menabung, serta keluarga yang mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci dengan penuh harapan.

Karena itu, menurut Irfan, sekecil apa pun pekerjaan yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji tetap memiliki arti dan tanggung jawab besar. Pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui pekerjaan besar, tetapi juga melalui hal-hal sederhana dalam pelayanan sehari-hari.

Mulai dari memeriksa dokumen secara teliti, memberikan jawaban kepada jemaah dengan sabar, hingga bersedia menyelesaikan pekerjaan lebih lama agar urusan orang lain menjadi lebih mudah merupakan bagian dari khidmat.

“Kadang khidmat adalah memilih untuk tetap jujur ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Di situlah integritas diuji,” katanya.

Ia menegaskan bahwa integritas tidak berhenti pada slogan, melainkan tercermin dari keselarasan antara perkataan dan tindakan. Nilai tersebut, kata dia, harus tumbuh menjadi budaya dalam seluruh proses pelayanan di lingkungan Kemenhaj.

Irfan juga berharap Kemenhaj dapat menjadi tempat bagi orang-orang yang bekerja dengan ketulusan. Menurutnya, tujuan bekerja tidak semata-mata mengejar kesempurnaan ataupun penghargaan, tetapi terus melakukan perbaikan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi jemaah.

“Kita tidak sedang mencari siapa yang paling banyak bekerja. Kita sedang membangun siapa yang paling sungguh-sungguh mengabdi,” tutur Menhaj.

Lebih lanjut, Irfan mengingatkan bahwa jabatan maupun masa kerja setiap orang pada akhirnya akan berakhir. Namun, amanah yang telah dijalankan selama bertugas tetap akan menjadi bagian dari pertanggungjawaban.

Atas dasar itu, ia meminta Hari Khidmat tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh ASN Kemenhaj mengenai alasan mereka memilih untuk mengabdi melalui pelayanan haji dan umrah.

“Mari terus berkhidmat. Bukan untuk mencari pujian, bukan untuk mengejar penghargaan, tetapi karena kita ingin pekerjaan kita menjadi bagian dari kebaikan,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya