Berita

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri Jakarta Investment Award (JIA) 2026 bertema “Investing in a Global, Green, and Resilient Jakarta” di Hotel The Westin Jakarta. (Foto: PPID)

Bisnis

Investasi di Jakarta Meningkat Berkat Kemudahan Perizinan

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 20:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berbagai strategi dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat iklim usaha dan investasi. Diantaranya melalui pelayanan yang transparan, kemudahan perizinan, serta kepastian bagi para pelaku usaha. Upaya tersebut terbukti mendorong pertumbuhan investasi Jakarta yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri Jakarta Investment Award (JIA) 2026 bertema “Investing in a Global, Green, and Resilient Jakarta” di Hotel The Westin Jakarta, Senin, 14 September 2026.

“Realisasi investasi Jakarta meningkat signifikan dari Rp103,3 triliun pada 2021 menjadi Rp270,9 triliun pada 2025. Hingga triwulan II 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp173,6 triliun atau berkontribusi 17,2 persen terhadap total investasi nasional. Pada periode yang sama, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen,” ujarnya.


Menurut Pramono, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Jakarta sebagai tempat berinvestasi dan mengembangkan usaha. Karena itu, Pemprov DKI terus melakukan pembenahan untuk menjadikan Jakarta kota yang semakin terbuka, kompetitif, dan responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah reformasi pelayanan perizinan. Melalui Pergub Nomor 11 Tahun 2026, Pemprov DKI memberikan kepastian waktu penyelesaian sejumlah perizinan, termasuk Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), paling lama 15 hari.

Dia juga menegaskan, upaya membangun Jakarta sebagai kota global dimulai dari pembenahan berbagai hal mendasar yang langsung dirasakan masyarakat dan dunia usaha.

“Sebagai gubernur, saya melakukan berbagai terobosan untuk bisa mencapai 50 besar kota global dunia. Sebenarnya, kita menyelesaikan berbagai hal dari yang kecil,” tuturnya.

Selain perizinan, pembangunan infrastruktur Jakarta juga semakin mengedepankan kolaborasi dan kemitraan. Skema ini memungkinkan pembangunan kota tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi dunia usaha.

Pramono meyakini, kolaborasi hanya dapat tumbuh di atas kepercayaan. Untuk itu, Pemprov DKI terus mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, pelayanan publik yang pasti, serta kebijakan yang memberikan ruang bagi inovasi dan investasi.

“Kami berkomitmen untuk terus memastikan Jakarta menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh pelaku usaha untuk tumbuh dan berkontribusi dalam pembangunan kota,” jelasnya.

Apresiasi juga diberikan kepada para pelaku usaha dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang turut memperkuat ekosistem investasi Jakarta melalui penyelenggaraan JIA 2026. 

Pram menyebut investasi yang masuk ke Jakarta harus memberikan manfaat luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengembangan inovasi, peningkatan kesejahteraan, hingga pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

“Jakarta harus benar-benar bersiap menjadi kota global yang hijau dan tangguh. Yang tidak kalah penting adalah membangun kepercayaan publik atau trust,” tandasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya