Berita

Kebersamaan Gibran Rakabuming Raka dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Istimewa)

Politik

Membaca Arah Politik Poros Cikeas dan Solo Menuju Pilpres 2029

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 14:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih cukup jauh, sejumlah poros kekuatan politik mulai bermunculan dan diprediksi akan mewarnai kontestasi mendatang.

Pengamat politik Adi Prayitno menyebut setidaknya terdapat tiga poros yang mulai terlihat, yakni Poros Hambalang yang mengarah kepada Presiden Prabowo Subianto, Poros Cikeas yang mengarah kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Partai Demokrat, serta Poros Solo yang digawangi Joko Widodo dengan kekuatan PSI dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, ketua umum partai politik lain seperti Golkar, Nasdem, PKS, PAN, PKB dan partai lainnya saat ini lebih tepat disebut sebagai faksi. Terlebih, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.


Dengan keputusan tersebut, Adi menilai partai politik yang memiliki kursi di parlemen sebenarnya telah memiliki ruang untuk mengusung kandidat masing-masing pada Pilpres 2029.

"Artinya partai politik yang saat ini ada di parlemen, di luar Gerindra, partai lain ini sebenarnya sudah punya golden ticket untuk memajukan calon-calon lainnya," ujarnya lewat kanal Youtube, Senin, 14 September 2026.

Namun, Direktur Parameter Politik Indonesia itu melihat partai-partai tersebut belum terburu-buru membicarakan kandidasi maupun menyodorkan nama yang akan bersaing pada Pilpres 2029.

Di sisi lain, muncul spekulasi mengenai arah hubungan Poros Solo dan Poros Cikeas. Keduanya disebut berpotensi bekerja sama, berhadapan langsung, atau justru sama-sama mengincar posisi calon wakil presiden pendamping Prabowo.

Seperti diketahui, kubu Solo mendorong Prabowo-Gibran untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode. Sementara Poros Cikeas mulai menyodorkan AHY sebagai figur yang berpotensi dipasangkan dengan Prabowo.

Meski demikian, Adi mengingatkan peta politik menuju 2029 masih sangat dinamis. Ia meyakini posisi Prabowo sebagai petahana akan memberikan keuntungan besar apabila kembali maju dalam kontestasi lima tahunan tersebut.

"Tapi ingat politik kita bergerak cukup dinamis dan saya meyakini posisi Prabowo sebagai petahana akan maju kembali untuk kedua kalinya tentu relatif akan mudah untuk memenangkan pertarungan," katanya.

Menurut Adi, petahana memiliki sejumlah modal politik yang sulit ditandingi kandidat lain, mulai dari instrumen kekuatan politik, jaringan, hingga tim sukses dan tim pemenangan.

"Karena sejarahnya di negara kita, petahana yang maju kembali kedua kalinya memiliki segala instrumen kekuatan politik, networking, tim sukses dan tim pemenangan yang rasanya jauh lebih sulit dibandingkan dengan kubu yang lain," tandasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya