Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 14:26 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Rencana pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp11 triliun untuk pembukaan rekening baru bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas bukanlah kebijakan tepat di tengah kondisi fiskal yang masih menghadapi tekanan.

Hal tersebut disampaikan Ekonom senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin merespon rencana pembukaan rekening massal untuk sekitar 220 juta masyarakat.

Ia menilai besarnya anggaran yang dibutuhkan perlu dipertimbangkan kembali, terlebih pemerintah saat ini juga menghadapi keterbatasan ruang fiskal.


"Dari sisi biaya anggaran yang diperlukan mencapai Rp11 triliun, dimana saat ini Pemerintah sedang mengalami kesulitan fiskal," kata Wijayanto kepada RMOL, pada Senin, 14 September 2026.

Menurutnya, kebutuhan anggaran tersebut menjadi semakin pelik ketika pemerintah harus menghadapi berbagai kebutuhan lain yang tidak kalah mendesak. 

Ia mencontohkan alokasi anggaran untuk penanggulangan bencana yang dinilai masih terbatas dibandingkan kebutuhan di lapangan.

"Anggaran untuk BNPB saja hanya Rp400-500 miliar per tahun di saat Indonesia panen bencana. Lalu anggaran penanggulangan bencana nasional tahun ini kurang dari Rp5 triliun. Alokasi ini tentunya tidak fair," kata Wijayanto.

Wijayanto juga mengingatkan bahwa tekanan fiskal tidak hanya terjadi di tingkat pemerintah pusat. Sejumlah pemerintah daerah juga tengah menghadapi keterbatasan fiskal, sementara defisit pemerintah pusat berpotensi semakin melebar.

"Rp11 triliun sangatlah besar bagi Indonesia saat ini," kata Wijayanto.

Ia menilai pemerintah perlu lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja, terutama ketika ruang fiskal semakin terbatas. Kebijakan yang membutuhkan anggaran besar semestinya memiliki manfaat ekonomi yang jelas dan terukur.

Sebelumnya, pemerintah disebut tengah menyiapkan anggaran Rp 11 triliun untuk membuka 200 juta rekening masyarakat Indonesia. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa anggaran ini akan bersumber dari APBN. Namun pihaknya menyebut pelaksanannya akan dilakukan secara bertahap. 

"Totalnya kalau 200 juta penduduk itu anggarannya yang disiapkan sekitar RP 11 triliun," kata Airlangga dijumpai di Istana Kepresidenan, Rabu 9 September 2026.

Airlangga menjelaskan setiap rekening yang dibuka secara otomatis akan memperoleh saldo awal dari pemerintah sebesar Rp50 ribu.

Rekening tersebut diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pemerintah juga menyiapkan rekening tersebut sebagai salah satu instrumen penyaluran berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial (bansos).

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya