Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: RMOL/Jamaluddin Akmal)

Politik

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 00:33 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto mengkritik Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang dinilai lebih mengedepankan pencitraan ketimbang memberikan solusi konkret terhadap persoalan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar yang mencapai Rp5,7 triliun.

Hari menilai berbagai aktivitas KDM yang banyak terekspos melalui media sosial belum menunjukkan arah kebijakan yang mampu menjawab persoalan fiskal Jabar.

"KDM memang selama ini pencitraan saja tanpa memberikan solusi. Ibaratnya hanya bisa memberikan ikan tanpa memberikan kail," kata Hari kepada RMOL di Jakarta, Minggu, 13 September 2026.


Menurut dia, masifnya penggunaan media sosial menjadi ruang yang dimanfaatkan KDM untuk membangun citra di tengah masyarakat. Namun, popularitas di media sosial, kata dia, seharusnya diimbangi dengan kebijakan yang menyentuh persoalan mendasar daerah.

Ia menilai kondisi tersebut membuat masyarakat tidak seharusnya berharap banyak KDM mampu menyelesaikan persoalan defisit APBD Jabar sebesar Rp5,7 triliun apabila pola pemerintahannya tidak berubah.

"Jangan berharap di tangan KDM bisa memberikan solusi atas defisit APBD Jabar sebesar Rp5,7 T. KDM kan (Kongkow, Duduk, Monitor) dan arah Jawa Barat belum terlihat sampai saat ini," ujarnya.

Hari juga mengaitkan kritiknya dengan isu politik nasional yang disebut-sebut menempatkan KDM dalam agenda politik ke depan.

Ia menyebut apabila KDM memang memiliki target politik yang lebih besar, persoalan utama yang harus dibuktikan terlebih dahulu adalah kemampuan menyelesaikan persoalan pemerintahan di Jabar.

"Agenda ke depan kan memang mau dipasangkan dengan Gibran sebagai cawapresnya. Jadi jangan berharap defisit Rp5,7 T KDM bisa memberikan solusi," tegasnya.

Hari menilai langkah paling konkret yang dapat dilakukan KDM untuk menghadapi tekanan fiskal Jabar adalah melakukan efisiensi anggaran secara serius.

Ia secara khusus meminta agar kegiatan yang dinilai lebih berorientasi pada pencitraan dan menggunakan anggaran kedinasan dievaluasi.

"Kalau KDM serius memberikan solusi terhadap defisit APBD-nya adalah dengan menghentikan pencitraan yang menggunakan anggaran dinas dan menghemat penggunaan anggaran dinasnya agar efektif dan efisien," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya