Berita

Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Partai Gerakan Kemandirian Bangsa (Gema Bangsa). (Foto: Dok. Gema Bangsa)

Politik

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026 | 17:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Partai Gerakan Kemandirian Bangsa (Gema Bangsa) menuntaskan rangkaian Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan sebagai persiapan verifikasi Pemilu 2029 sekaligus mengunci strategi pemenangan berbasis daerah pemilihan (dapil).

Rakortas pamungkas bertajuk "Konsolidasi Untuk Kemandirian Bangsa" yang berlangsung pada 12-13 September 2026 ini dihimpun pimpinan DPW dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, hingga Maluku Utara.

Sebelumnya, Safari Rakortas Gema Bangsa telah menyisir wilayah Papua di Jayapura pada 25 Juli 2026, zona Pulau Jawa pada 19 Agustus 2026, serta kawasan Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sumatra pada 2-3 September 2026 di Kantor DPP Gema Bangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Ketua Umum DPP Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq menegaskan, penguatan struktur dan pemetaan persoalan daerah sebagai kunci utama perjuangan politik konstitusional untuk mengembalikan kekuasaan ke tangan rakyat.

"Situasi kondisi negara kian banyak problematika. Inilah momentum untuk berani tampil memperjuangkan desentralisasi politik guna menjawab kegaduhan dan masalah di daerah-daerah," kata Rofiq, Minggu, 13 September 2026.

Menurutnya, desentralisasi politik adalah ruh sekaligus mantra bagi kita untuk menentukan kebaikan bagi politisi dan iklim politik lokal yang tidak pernah diberikan oleh partai lain. Pemetaan masalah di tingkat lokal menjadi pijakan penting agar gerak parpol tidak terjebak dalam wacana elitis semata.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan menyebut Rakortas tersebut ditujukan untuk menguji ketahanan soliditas struktur hingga tingkat DPD kabupaten/kota.

Guna menghadapi tahapan verifikasi, Gema Bangsa mengerahkan Aplikasi Gema Bangsa untuk efisiensi dan transparansi data keanggotaan. Pelatihan teknis bagi operator wilayah pun dijadwalkan bergulir mulai awal Oktober 2026 demi mencegah potensi kegandaan Kartu Tanda Anggota (KTA).

"Seluruh perangkat kepartaian harus disiapkan sedini mungkin. Untuk urusan verifikasi, kami optimistis tuntas lebih cepat berkat dukungan sistem digital internal partai," jelasnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Gema Bangsa, Yani menambahkan, strategi perolehan suara wajib berbasis data dan analisis terukur di lapangan.

Bappilu menargetkan pembentukan badan pemenangan di seluruh daerah rampung paling lambat Oktober 2026 dengan menempatkan tim khusus di luar kepengurusan harian partai.

"Target kita kemenangan elektoral yang nyata. Strategi dan taktik pemenangan harus cermat, analitis, dan terukur berbasis data lapangan. Dengan eksekusi maksimal, kita targetkan perolehan kursi yang signifikan di setiap tingkatan," pungkas Yani.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya