Berita

Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea. (Foto: Humas Polri)

Hukum

Jenazah di Kali Teratai Bukan Rombongan Wartawan Hilang Kontak di GAK

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026 | 12:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Polda Banten memastikan jenazah yang ditemukan mengapung di Kali Teratai, Kota Cilegon, bukan merupakan penumpang maupun bagian dari rombongan speed boat mengangkut 5 wartawan yang mengalami lost contact di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah proses identifikasi jenazah dilakukan dengan mencocokkan sejumlah data dan keterangan dari pihak keluarga.

"Setelah dilakukan proses identifikasi, jenazah yang ditemukan di Kali Teratai diketahui merupakan EM. Berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan dari pihak keluarga, yang bersangkutan dipastikan bukan merupakan penumpang maupun bagian dari rombongan speed boat yang mengalami lost contact di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau," kata Kombes Maruli kepada wartawan, Minggu, 13 September 2026.


Menurut Kombes Maruli, pihak keluarga juga telah mengakui bahwa jenazah tersebut merupakan bagian dari keluarga mereka.

"Jadi, hasil identifikasi terhadap jenazah EM merupakan keluarga dari pihak yang datang dan memberikan keterangan kepada kami, sehingga dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan bukan bagian dari rombongan speed boat yang masih dalam proses pencarian," jelasnya.

Dengan hasil identifikasi tersebut, Polda Banten meminta masyarakat maupun media tidak mengaitkan penemuan jenazah EM di Kali Teratai dengan rombongan speed boat yang hingga kini masih dalam pencarian.

Kombes Maruli menegaskan, Polda Banten bersama tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap rombongan speed boat yang mengalami lost contact.

"Polda Banten bersama tim SAR gabungan masih terus melaksanakan operasi pencarian terhadap rombongan speed boat yang mengalami lost contact. Kami mengimbau masyarakat dan rekan-rekan media untuk tetap mengacu pada informasi resmi," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya