Berita

Festival Desa Energi Berdikari Pertamina 2026 di Grha Pertamina, Jakarta. (Foto: Humas Pertamina)

Bisnis

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026 | 06:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Bagi nelayan tradisional, pergi melaut selalu mengandung ketidakpastian. Bahan bakar sudah dihabiskan, waktu dan tenaga pun dipertaruhkan. Namun tak jarang nelayan pulang dengan hasil tangkapan yang mengecewakan.
 
Di Cilacap Selatan, Jawa Tengah, sekitar 41 persen dari 6.806 perjalanan melaut yang dicatat MetaSeaco mengalami kerugian. Kondisi inilah yang mendorong startup jebolan program Pertamuda Pertamina itu mengembangkan Iwak. Yaitu teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan data satelit, yang membantu nelayan menentukan kapan sebaiknya melaut, ikan yang ditargetkan, hingga titik koordinat potensial.
 
“Dari rumah, nelayan sudah bisa mengetahui apakah hari itu sebaiknya melaut atau tidak. Jika melaut, teknologi ini juga memberikan rekomendasi titik koordinat dan waktu terbaik untuk menangkap ikan,” ujar CEO MetaSeaco, Catur Prasetyo Nugroho.
 

 
Kini, Iwak telah digunakan 15 perahu nelayan di Cilacap. Hasilnya, biaya operasional dapat ditekan sekitar 23 persen, sementara pendapatan rata-rata nelayan meningkat 68 persen. Perjalanan melaut yang merugi juga turun dari 41 persen menjadi sekitar 30 persen.
 
Prediksinya pun menunjukkan hasil menjanjikan. Akurasi untuk ikan tenggiri batang mencapai 91 persen, ikan bawal putih 85 persen, dan ikan layur 70 persen. Dalam salah satu perjalanan, nelayan yang mengikuti koordinat dengan skor prediksi tinggi bahkan dapat menjaring pendapatan sekitar Rp 3 juta.
 
Dari 15 perahu di Cilacap, inovasi ini kini berpeluang menjangkau lebih banyak desa. Melalui kolaborasi Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina dengan program Pertamuda, teknologi MetaSeaco akan dikembangkan dan direplikasi untuk mendukung masyarakat binaan Pertamina di sekitar wilayah operasinya.
 
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari Festival Desa Energi Berdikari Pertamina 2026 di Grha Pertamina, Jakarta, beberapa waktu lalu. Pertamina mendorong DEB tidak hanya menjadi tempat pemanfaatan energi baru terbarukan, tetapi juga ruang bertemunya inovasi dengan kebutuhan nyata masyarakat.
 
“Semakin banyak teknologi tepat guna yang bisa diterapkan, tentu akan semakin bagus. Harapannya, dampak dari 269 Desa Energi Berdikari yang kami miliki bisa semakin besar,” ujar Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 12 September 2026.
 
Selain MetaSeaco, inovasi juga akan dibawa Terangin, startup energi terbarukan Top 3 Pertamuda 2025 kategori Energy Future, ke DEB Juntinyuat, Indramayu. Salah satunya melalui teknologi penghalau burung berbasis laser otomatis untuk membantu petani mengurangi gangguan hama.
 
CEO Terangin, Muhammad Hanif, optimistis penerapan teknologi tersebut dapat membantu petani mengurangi gangguan hama burung sekaligus meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
 
“Terima kasih kepada Pertamina dan Pertamuda yang telah memberikan berbagai dukungan, mulai dari pendanaan, mentoring, publikasi, dan banyak hal lainnya. Dukungan tersebut sangat membantu kami untuk terus berkembang dan menjadi lebih mandiri,” ujarnya.
 
Sementara itu, di DEB Nagari Katapiang, Pertamina menggandeng PT Global Vision Tech untuk mengembangkan rantai nilai komoditas kelapa, mulai dari peningkatan kapasitas masyarakat hingga pengolahan dan penciptaan produk bernilai tambah.
 
Bagi Pertamina, rangkaian kolaborasi ini menunjukkan bahwa inovasi tidak seharusnya berhenti sebatas purwarupa, atau memenangkan kompetisi. Inovasi harus menemukan jalannya menuju masyarakat.
 
"Melalui Festival Desa Energi Berdikari 2026, Pertamina mendorong semakin banyak inovasi karya anak bangsa untuk menemukan ruang implementasinya di tengah masyarakat. Sebab, ketika energi, teknologi, dan inovasi bertemu dengan kebutuhan masyarakat, yang tumbuh bukan hanya produktivitas, tetapi juga kemandirian," tutup Rudi.
 


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya