Berita

Ilustrasi Patahan Surabaya (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

SABTU, 12 SEPTEMBER 2026 | 17:54 WIB | OLEH: TIFANI

Sebuah video yang menyebut adanya patahan aktif atau sesar di Surabaya viral di media sosial. Video tersebut menarasikan Sesar Surabaya-Madura melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Bangkalan, Surabaya hingga Sidoarjo.

“Sudah tahukah kalian, Surabaya memiliki patahan aktif baru? Ini daerah yang dilintasinya,” tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.

Pakar Geologi sekaligus dosen luar biasa Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi kebencanaan yang beredar di media sosial. Menurutnya, keberadaan patahan di wilayah Surabaya bukan merupakan informasi baru. 


ITS bersama Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebelumnya telah melakukan penelitian mengenai peta patahan di Jawa Timur yang dipublikasikan pada 2024.

“Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat dua patahan yaitu patahan Surabaya dan patahan Waru,” kata Amien dikutip dari laman resmi ITS, Jumat (11/9/2026).

Menurut Amien, kedua patahan tersebut memiliki potensi aktif dan pernah mengalami pergerakan. Hasil penelitian itu juga sejalan dengan peta patahan di Indonesia yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) pada 2024.

Namun, keberadaan patahan tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyebutnya sebagai patahan aktif.

“Patahan yang melewati Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan memang ada, tetapi belum terverifikasi aktif,” ujarnya.

Amien menegaskan, keberadaan patahan tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai patahan aktif. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan aktivitas suatu patahan berdasarkan bukti dan kajian ilmiah.

Karena itu, masyarakat diminta lebih kritis dalam menyikapi informasi kebencanaan yang beredar di media sosial. Informasi yang belum melalui proses verifikasi ilmiah tidak seharusnya menjadi alasan untuk menimbulkan kepanikan.

Di sisi lain, Amien menilai pemerintah daerah tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana gempa. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat menyiapkan alat pendeteksi pergerakan atau pergeseran tanah sebagai bagian dari upaya pemantauan dan mitigasi.

Selain pemantauan, penyusunan peta kawasan rawan gempa juga dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan. Pemerintah dapat memastikan bangunan yang berada di kawasan berisiko memenuhi standar bangunan tahan gempa sehingga potensi dampak apabila terjadi gempa dapat ditekan.

Langkah mitigasi tersebut menjadi penting agar keberadaan informasi mengenai patahan tidak berhenti pada kekhawatiran, tetapi mendorong kesiapan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi risiko bencana.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya