Berita

Kebakaran savana Gunung Bromo. (Foto: Net)

Politik

Savana Gunung Bromo Terbakar Lagi, DPR Heran Pengawasan Kemenhut Lemah!

SABTU, 12 SEPTEMBER 2026 | 14:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kembali terjadinya kebakaran di kawasan Savana Pengol, Gunung Bromo, disorot Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin.

Legislator PKB itu menilai kebakaran yang berulang menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Usman mengatakan, kebakaran di kawasan savana tersebut harus segera dievaluasi, termasuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran. Menurutnya, kebakaran dapat terjadi akibat kesengajaan maupun kelalaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) pengawasan.


“Ini ada kebakaran lagi di kawasan Savana Pengol. Penyebabnya harus dicari tahu, apakah sengaja dibakar atau ada kesalahan dalam SOP pengawasan,” ujar Usman kepada wartawan, Sabtu, 12 September 2026. 

Ia meminta Kemenhut memperketat pengawasan di sekitar kawasan Gunung Bromo untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang. Salah satu langkah yang dinilai perlu dilakukan adalah menambah personel yang bertugas melakukan pengawasan di lapangan.

Usman menilai kebakaran yang kembali terjadi menjadi indikasi bahwa sistem pengawasan selama ini masih belum optimal.

“Kalau kebakaran terus terulang, berarti pengawasannya masih kurang. Kemenhut harus meningkatkan pengawasan dan menambah petugas di sekitar kawasan,” katanya.

Selain memperkuat pengawasan, Usman meminta aparat menindak tegas pihak yang terbukti sengaja menyebabkan kebakaran. Jika hasil penyelidikan menemukan keterlibatan perusahaan maupun individu, sanksi tegas harus diberikan agar menimbulkan efek jera.

“Kalau ditemukan ada perusahaan atau orang yang sengaja menyebabkan kebakaran, harus diberikan sanksi tegas. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang,” tegasnya.

Menurut Usman, perlindungan kawasan Gunung Bromo membutuhkan pengawasan yang konsisten. 

“Terutama untuk mencegah kebakaran yang dapat merusak ekosistem dan kawasan konservasi,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya