Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Sulit Lawan Prabowo pada 2029

200 Juta Warga Dibuatkan Rekening Bank
SABTU, 12 SEPTEMBER 2026 | 06:20 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Lawan politik Presiden Prabowo Subianto perlu menyiapkan strategi baru bila ingin bertarung pada Pilpres 2029.

Pasalnya Prabowo baru saja mengeluarkan senjata terbaru dan teranyar yang lebih dahsyat dari Program Makan Bergizi (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

"Prabowo akan membuatkan rekening bank untuk 200 juta warga," kata Aktivis Media Sosial, Rosadi Jamani, dikutip Sabtu 12 September 2026.


Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan kebijakan pembukaan rekening bank massal bagi sekitar 200 juta penduduk melalui Bank Rakyat Indonesia dan Bank Syariah Indonesia. 

Anggarannya sekitar Rp11 triliun dari APBN. Saldo awalnya Rp50.000 hingga Rp80.000 per rekening dan uang tersebut bisa langsung ditarik.

Syaratnya juga keren. WNI berusia 17 tahun ke atas atau yang baru mendapatkan KTP akan otomatis memiliki rekening setelah data NIK dari Dukcapil dipadankan dengan sistem Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

"Bagi yang sudah punya rekening di bank lain, datanya akan dikonsolidasikan agar semuanya terintegrasi secara nasional," kata Rosadi.

Masalahnya, kondisi masyarakat memang sedang tidak sederhana. Harga kebutuhan pokok mahal, lapangan kerja susah, dan ekonomi belum kunjung terasa membaik. 

Belum lagi kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto juga anjlok. Poltracking mencatat 78,1 persen pada Oktober 2025, lalu menjadi 55,1 persen pada Agustus 2026. ASI pada Juli 2026 mencatat 57,6 persen, Tempo Data Science 37 persen, dan SMRC 51,1 persen. 

"Rakyat sebenarnya tidak hanya membutuhkan rekening. Rakyat membutuhkan pekerjaan, penghasilan, harga kebutuhan masuk akal, dan ekonomi benar-benar terasa membaik," pungkas Rosadi.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya