Berita

Fipi Novita Sari. (Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Tembus Medan Berat Sebatik

AO PNM Dampingi Pengusaha Rumput Laut Tumbuh Bersama Holding Ultra Mikro

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 22:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perjalanan Fipi Novita Sari sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar membawanya menembus jalur laut dan darat untuk menjangkau para pelaku usaha di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara. 

Selama tiga bulan ditempatkan di wilayah tersebut, Novi tidak hanya menghadapi perjalanan dengan perahu dan medan jalan yang berkelok serta berbukit, tetapi juga menemukan cerita tentang para perempuan pelaku usaha rumput laut yang tengah berupaya mengembangkan usaha mereka.

Bagi Novi, perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari tugas untuk memastikan nasabah dapat memperoleh akses pembiayaan sekaligus pendampingan yang mereka butuhkan. Mayoritas nasabah yang ditemuinya merupakan pelaku usaha rumput laut yang memanfaatkan pembiayaan Mekaar untuk menambah kebutuhan usaha, seperti tali yang digunakan dalam proses budidaya.


Medan yang dilalui pun tidak selalu mudah. Sebagian wilayah Sebatik didominasi perkebunan kelapa sawit dengan jalan yang berkelok dan berbukit. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, perjalanan laut juga dapat menjadi lebih menantang karena ombak yang cukup besar.

“Terkadang kami harus mengejar waktu sehingga perjalanan terasa cukup menantang, apalagi ketika banyak kendaraan roda empat yang melintas,” ujar Novi dikutip Jumat 11 September 2026.

Namun, perjalanan tersebut justru mempertemukan Novi dengan berbagai cerita usaha masyarakat di Sebatik. Saat ini, ia mendampingi sekitar 18 kelompok dengan hampir 100 nasabah. Tugasnya dilakukan sejak proses pembiayaan, mulai dari menjelaskan tahapan kepada nasabah hingga memastikan pembiayaan dapat dicairkan.

Dari interaksi tersebut, Novi melihat bagaimana pembiayaan yang diterima nasabah digunakan untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari. Bagi para pelaku usaha rumput laut, tambahan modal antara lain digunakan untuk membeli tali yang menjadi salah satu kebutuhan dalam proses budidaya.

Tidak hanya rumput laut, Novi juga menjumpai nasabah yang menjalankan usaha dari hasil laut lainnya, seperti udang dan kerang tudai. Dalam sejumlah keluarga, aktivitas usaha tersebut dilakukan bersama. Suami mencari hasil laut di pulau lain, sementara sang istri kemudian menjual hasil tangkapan untuk memperoleh penghasilan.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Novi adalah melihat perubahan pada perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai “Mak Betang”, istilah lokal bagi orang yang membantu mengikat rumput laut, termasuk di tempat penjemuran. 

Setelah memperoleh pembiayaan PNM, sebagian dari mereka mulai mencoba membangun usaha sendiri.

“Jadi, sebelumnya hanya sebagai pekerja, sekarang mereka mulai memiliki usaha sendiri,” kata Novi.

Perjalanan Novi di Sebatik juga membuatnya melihat bahwa usaha rumput laut masyarakat memiliki keterhubungan dengan rantai ekonomi yang lebih luas. Sebagian rumput laut dari Nunukan dikirim ke Sulawesi untuk kemudian masuk ke pabrik pengolahan dan sebagian hasilnya dapat diekspor.

“Biasanya ada juga nasabah di Nunukan yang membuat produk seperti amplang rumput laut. Untuk rumput lautnya sendiri, sebagian dikirim ke Sulawesi. Dari sana, ada pabrik yang kemudian mengolahnya dan sebagian bisa diekspor,” ujar Novi.

Menurutnya, berkembangnya usaha masyarakat juga dapat membuka peluang baru di lingkungan sekitar. Ketika usaha nasabah semakin besar, kebutuhan tenaga kerja turut meningkat sehingga memberikan kesempatan bagi masyarakat lain untuk ikut memperoleh penghasilan.

“Dampak nyatanya adalah nasabah bisa membuka peluang kerja bagi orang lain. Mereka bisa mengembangkan usahanya sehingga usahanya semakin besar dan pada akhirnya dapat menjadi peluang pekerjaan bagi masyarakat lainnya,” ujarnya.

Novi sendiri telah bergabung dengan PNM sejak 28 Oktober 2024. Sebelum dan setelah penempatannya di Sebatik, ia bertugas di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara. 

“Selain itu, pekerjaan ini membuat saya bisa bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Saya juga bisa mengembangkan diri di PNM dan belajar bagaimana proses pembiayaan di salah satu perusahaan besar,” ucapnya.

Kisah Novi dan para nasabah di Sebatik menjadi bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi pelaku usaha ultra mikro. 

Holding UMi terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang dirancang untuk menghadirkan akses pembiayaan terintegrasi bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro di berbagai wilayah Indonesia.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, keberhasilan Holding UMi tidak hanya tercermin dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha ultra mikro. 

Akses pembiayaan dan pendampingan diharapkan dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Hingga saat ini, Holding Ultra Mikro telah menjangkau 33,6 juta nasabah pinjaman, dengan jumlah dengan dukungan basis simpanan mikro yang telah mencapai lebih dari 166,3 juta rekening.

“Kisah Novi di Sebatik menjadi salah satu gambaran bagaimana manfaat tersebut hadir hingga ke pelosok daerah,” pungkas Dhanny.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya