Berita

Doa bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) untuk keselamatan jurnalis dan kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Nusantara

Doa Bersama untuk Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 19:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Doa bersama digelar untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dalam pencarian setelah hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026.

Doa bersama yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB di area Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta, Jumat malam, 11 September 2026.

Ketua Umum PFI, Dwi Pambudo berharap, doa bersama tersebut menjadi ikhtiar untuk memberikan kekuatan kepada keluarga sekaligus membuka titik terang dalam proses pencarian.


"Semoga mendapatkan titik terang dari pencarian hari ini. Semoga doa-doa dari masyarakat, doa-doa dari kawan-kawan insan pers bisa ada titik terang," ujar Dwi dalam sambutannya.

Dwi menegaskan PFI akan terus memberikan dukungan kepada keluarga serta masyarakat yang ikut mendoakan dan mendukung proses pencarian.

"Pewarta Foto Indonesia tetap berjuang teguh kepada komitmen kepada keluarga juga kepada masyarakat atas doa dan dukungan untuk kepentingan kita bersama. Yang meliput di Krakatau, kami percaya ini untuk kepentingan masyarakat, untuk tegaknya demokrasi," tegasnya.

Menurut Dwi, lima jurnalis bersama tiga awak kapal menjalankan tugas peliputan dengan membawa kepentingan kemanusiaan dan masyarakat.

"Teman-teman jurnalis yang meliput beserta tiga awak semuanya adalah untuk kemanusiaan, untuk kepentingan kita bersama," tuturnya.

Senada, Sekretaris Jenderal PFI, Galih Pradipta menyebut doa bersama merupakan bentuk dukungan moral kepada keluarga sekaligus ikhtiar agar proses pencarian memberikan hasil terbaik.

"Kami mengharapkan kehadiran rekan-rekan untuk memohon agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan kepada keluarga dan kerabat, juga sebagai bentuk ikhtiar agar semuanya diberikan jalan yang terbaik," ujar Galih.

Lima jurnalis bersama satu kapten dan dua anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026 sore saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Tim SAR Gabungan terus memperluas area pencarian di sekitar lokasi terakhir kapal diketahui. Namun hingga Jumat, 11 September 2026, keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut masih belum diketahui.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya