Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Purbaya: Anggaran Rp11 Triliun untuk Buka 200 Juta Rekening Baru Belum Final

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 16:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan angka Rp11 triliun yang sebelumnya disebut sebagai kebutuhan anggaran pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum menjadi angka final.

Menurut Purbaya, pemerintah masih menghitung kebutuhan anggaran program tersebut, termasuk dengan memperhitungkan masyarakat yang sudah memiliki rekening perbankan.

"Kan belum, belum Rp11 triliun. Ini anggarannya masih belum dihitung kan. Kan yang udah punya mungkin juga enggak dibukain kan," kata Purbaya kepada media, di Jakarta, dikutip Jumat, 11 September 2026.


Ia menjelaskan, perhitungan anggaran akan disesuaikan dengan struktur penduduk yang menjadi sasaran program. Dari target hingga 200 juta rekening, pemerintah juga perlu memastikan kembali jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening.

"Yang jelas itu kan semuanya angka masih kasar. Kita lihat struktur penduduknya seperti apa, saya belum lihat," ungkapnya.

Purbaya mengatakan pemerintah tidak ingin pembukaan rekening dilakukan secara berlebihan terhadap masyarakat yang sebenarnya sudah memiliki rekening di bank.

Untuk masyarakat yang baru memperoleh KTP, misalnya, rekening dapat langsung dibuka dan digunakan untuk menerima transfer dana. Sementara mekanisme bagi masyarakat yang telah memiliki rekening masih menunggu rincian kebijakan.

"Kalau orang yang buat KTP langsung dibukakan rekening, langsung ditransfer uangnya ke situ juga. Tapi kalau yang sudah atau yang existing yang punya, misalnya BRI juga ngapain dia punya dua rekening? Itu saya enggak tahu. Nanti saya tunggu detailnya dari mereka," tambahnya.

Selain anggaran, pemerintah juga belum memastikan waktu pelaksanaan program tersebut. Purbaya menilai realisasi pada tahun ini cukup sulit jika masih menggunakan anggaran tahun berjalan karena waktu persiapan yang terbatas.

"Enggak tahu mereka siapnya kapan. Harusnya kalau anggaran tahun ini kan mepet, harusnya mulai tahun depan. Mereka juga perlu persiapan kan," tuturnya.

Menurutnya, persiapan program membutuhkan waktu lantaran pemerintah harus mengintegrasikan berbagai basis data, mulai dari data kependudukan milik Dukcapil hingga data perbankan dan Bank Indonesia.

"Itu ada penggabungan data-data Dukcapil sama data perbankan yang di BI segala macam, itu pasti perlu waktu untuk merapikan itu semua. Enggak langsung besok siap. Dikawinkan kan data BI, data itu," jelasnya.

Untuk pelaksanaannya, Purbaya menyebut pembukaan rekening di luar Aceh akan ditangani Bank Rakyat Indonesia (BRI), sedangkan masyarakat di Aceh akan dilayani Bank Syariah Indonesia (BSI).

"BSI hanya di Aceh. Di luar Aceh BRI semua. Jadi, saya belum tahu detailnya. Nanti kan kita lihat detailnya seperti apa," tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya