Berita

Ilstrasi (Artificial IIntelligence)

Bisnis

Harga Energi Melonjak, Ekonom Wanti-wanti Margin Industri Bisa Tertekan

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 13:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kenaikan harga minyak dunia dan batu bara mulai menjadi ancaman bagi dunia usaha karena berpotensi mengerek biaya produksi di berbagai sektor.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Prof Syafruddin Karimi mengatakan tekanan tersebut terutama akan dirasakan perusahaan yang bergantung pada bahan bakar, listrik, transportasi, dan bahan baku berbasis energi.

“Dampak langsungnya datang melalui kenaikan biaya energi, transportasi, bahan baku, dan modal kerja,” kata Syafruddin kepada RMOL pada Jumat, 11 September 2026.


Menurutnya, harga minyak mentah Brent dan WTI yang kembali menembus 100 Dolar AS per barel, ditambah kenaikan harga batu bara sekitar 14-15 persen dalam sebulan, dapat mempersempit margin perusahaan.

“Bagi manufaktur, logistik, penerbangan, perikanan, konstruksi, semen, pupuk, dan industri yang memakai diesel atau listrik intensif, shock ini mempersempit margin bila perusahaan tidak mampu meneruskan kenaikan biaya ke konsumen,” jelasnya.

Tak hanya biaya bahan bakar yang meningkat, kenaikan harga energi juga dapat merembet ke ongkos angkut, premi asuransi, kebutuhan persediaan pengaman, serta modal kerja perusahaan.

Meski demikian, Syarifudin menilai dampak kenaikan harga energi tidak akan dirasakan secara merata oleh seluruh pelaku usaha. Produsen batu bara dan perusahaan energi domestik misalnya, berpotensi memperoleh keuntungan lebih besar dari kenaikan harga ekspor. 

Sebaliknya, perusahaan yang menjadi pengguna energi akan menghadapi tekanan terhadap struktur biaya dan margin usaha.

“Efeknya tidak seragam: net energy users menanggung tekanan, sedangkan energy producers menerima keuntungan,” kata dia.

Ia mengingatkan pemerintah dan pelaku pasar untuk mencermati dampak lanjutan apabila kenaikan biaya energi berlangsung berkepanjangan.

Sebab, tekanan biaya yang semakin besar berpotensi memengaruhi keputusan perusahaan dalam meningkatkan produksi, melakukan investasi, hingga merekrut tenaga kerja.

“Yang perlu diawasi adalah apakah kenaikan biaya mulai mengurangi produksi, investasi, perekrutan, atau mendorong repricing luas di tingkat produsen,” pungkasnya.

Untuk diketahui, harga minyak dunia telah melonjak lebih dari 6 persen pada penutupan perdagangan Kamis 10 September 2026, dengan kedua harga acuan utama menembus level 100 Dolar AS per barel.

Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup naik 6,34 persen menjadi 107,63 Dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 6,69 persen menjadi 102,48 Dolar AS per barel. Angka ini pertama kalinya tembus ke level 100 Dolar AS sejak Mei. 

Kedua harga acuan tersebut juga mencapai level tertinggi sejak 19 Mei sekaligus mencatat kenaikan harian terbesar dalam hampir dua bulan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya