Berita

Menlu Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Global

RI Prihatin Konflik Yaman Meningkat, Desak Houthi Hentikan Serangan

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 09:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi konflik di Yaman dan kawasan sekitarnya, termasuk serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Houthi terhadap sejumlah lokasi di Arab Saudi.

Dalam unggahan Kementerian Luar Negeri RI di X, Jumat, 11 September 2026, disebutkan serangan yang menyasar Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran pada 8 September 2026 mengakibatkan korban di kalangan masyarakat sipil serta kerusakan terhadap infrastruktur sipil dan ekonomi.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi konflik di Yaman dan kawasan sekitarnya, termasuk serangan lintas batas kelompok Houthi terhadap sejumlah lokasi di Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran, Kerajaan Arab Saudi," tulis Kemlu.


Menanggapi situasi tersebut, Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghentikan siklus serangan dan serangan balasan serta menahan diri secara maksimal. 

Pemerintah RI juga mengingatkan seluruh pihak agar mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.

“Seluruh pihak harus mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara di kawasan, serta memastikan perlindungan terhadap penduduk dan objek sipil,” tegas Kemlu RI.

Indonesia juga kembali menekankan pentingnya dialog dan diplomasi sebagai jalan untuk mengakhiri konflik. Seluruh pihak diminta kembali pada proses politik yang inklusif, dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Yaman.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya