Berita

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto (Tangkapan layar via zoom)

Bisnis

Public Expose

Vale Pacu Produksi Nikel, Bidik Permintaan dari AI hingga Robotika

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 08:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melihat prospek permintaan nikel dalam jangka menengah dan panjang masih positif. 

Pertumbuhan permintaan tidak lagi hanya bertumpu pada industri kendaraan listrik (EV), tetapi mulai meluas ke berbagai sektor teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), data center, robotika, hingga pengembangan energi terbarukan.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto mengatakan, diversifikasi sumber permintaan tersebut menjadi salah satu alasan perseroan tetap melihat ruang pertumbuhan industri nikel ke depan.


"Kalau kita bicara tentang demand nikel, itu tetap tumbuh dan semakin terdiversifikasi," ujar Bernardus dalam Public Expose Live 2026, Kamis 10 September 2026.

Menurut dia, perkembangan teknologi akan menciptakan kebutuhan baru terhadap nikel, sehingga perseroan tidak hanya mengandalkan pertumbuhan dari sektor EV.

"Ke depan, itu akan ada sumber-sumber demand yang lain, yang terus berkembang. Mungkin tentang data center, kita bicara tentang robotics, kita bicara tentang AI infrastructure, renewable energy expansion dan lain sebagainya," katanya.

Namun, Bernardus mengakui industri nikel masih menghadapi sejumlah tantangan dalam jangka pendek. Pertumbuhan pasokan yang besar, khususnya dari Indonesia, serta volatilitas harga nikel masih menjadi faktor yang perlu diantisipasi pelaku industri.

Selain itu, faktor geopolitik dan perubahan harga bahan input produksi seperti sulfur dan minyak juga berpotensi memengaruhi kinerja perseroan.

"Kalau kita lihat jangka pendek, industri nikel masih akan menghadapi tekanan dari pertumbuhan supply yang sangat besar, terutama dari Indonesia, dan kemudian juga volatilitas harga," ungkapnya.

Di tengah tantangan tersebut, PT Vale menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan pada semester II 2026. Bernardus menyebut periode tersebut masih akan diwarnai berbagai tantangan, tetapi sekaligus menjadi momentum bagi perseroan untuk mendorong pertumbuhan dengan disiplin operasional yang tinggi.

Dari sisi produksi, perseroan memperkirakan produksi nickel matte meningkat setelah pembangunan Furnace 3 selesai. PT Vale juga melihat peluang untuk meningkatkan penjualan bijih nikel, baik limonit maupun saprolit, seiring permintaan pasar terhadap bijih nikel berkualitas tinggi yang masih kuat.

"Kalau kita lihat di semester II tahun 2026 ada banyak tantangan dan tentu saja ini menjadi sebuah motivasi buat kita untuk mendorong pertumbuhan dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi," kata Bernardus.

Sementara dari sisi proyek pertumbuhan, penyelesaian mechanical completion menjadi salah satu prioritas utama perseroan. PT Vale juga mulai mempersiapkan kesiapan operasional pabrik high pressure acid leach (HPAL) yang tengah dibangun di Pomalaa dan Sorowako.

Kedua fasilitas HPAL tersebut ditargetkan memasuki fase mechanical completion secara bertahap pada tahun ini. Setelah pembangunan rampung, perseroan tidak hanya dituntut menyelesaikan proyek, tetapi juga memastikan kesiapan sumber daya dan operasional untuk menjalankan teknologi serta fasilitas baru tersebut.

Pada aspek profitabilitas, PT Vale menargetkan cash cost tetap terjaga di bawah 10.000 Dolar AS per ton. Perseroan juga memberi perhatian besar terhadap likuiditas karena kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) meningkat seiring pembangunan berbagai proyek pertumbuhan.

Bernardus mengatakan perseroan berupaya menjaga kebutuhan penarikan pinjaman serendah mungkin dibandingkan rencana sebelumnya, antara lain melalui sejumlah inisiatif yang dilakukan bersama pemerintah.

Dengan demikian, strategi PT Vale pada semester II 2026 tidak hanya diarahkan untuk mengejar peningkatan produksi dan menyelesaikan proyek ekspansi, tetapi juga menjaga efisiensi biaya serta kekuatan likuiditas di tengah tingginya kebutuhan pendanaan.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya