Berita

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Segini Rencana Batas Maksimal Penjaminan Polis LPS 2027

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 16:18 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengusulkan batas maksimal penjaminan polis asuransi sebesar Rp500 juta secara akumulatif. Besaran tersebut diproyeksikan mencakup sekitar 97-99 persen polis maupun tertanggung.

Menurut Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ferdinan Dwikoraja Purba, limit Rp500 juta masih dalam tahap kajian dan nantinya akan dimasukkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) terkait Program Penjaminan Polis (PPP).

“Batas maksimal secara akumulatif. Itu kami usulkan 500 juta,” kata Purba dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis, 10 September 2026. 


Ia menjelaskan, batas tersebut berlaku secara akumulatif untuk tiga kewajiban LPS dalam program penjaminan polis. Ketiganya yakni membayar klaim yang telah jatuh tempo, membayar nilai polis ketika polis tidak dapat dilanjutkan, serta memindahkan polis ke perusahaan asuransi lain.

“500 (juta) itu diterapkan untuk tiga kewajiban LPS secara akumulatif,” ujarnya.

Namun, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menegaskan, angka tersebut belum final. 

Penetapan limit masih akan mempertimbangkan benchmark dan formula yang dikaji LPS serta dibahas bersama industri dan Komisi XI DPR RI.

“Dasarnya benchmarknya dan formula yang kita kaji. Tapi itu akan terus kita kaji nanti. Nanti pada waktunya, pada itu akan dimasukkan dalam PP,” jelasnya.

“Nanti dalam PP itu ada meaningful participation dari industri. Dan juga ada konsultasi dengan DPR Komisi XI,” sambung Anggito.

Polis dengan nilai di atas Rp500 juta juga tidak otomatis kehilangan hak atas nilai yang tidak dijamin. Jika terjadi resolusi, pembayaran langsung LPS berlaku sampai batas limit penjaminan, sedangkan bagian di atas limit bergantung pada proses recovery.

“Kalau dia resolusi, maka yang langsung diganti adalah yang dalam limit Rp500 juta. Atau limit ya, nanti kan angkanya masih harus dikaji. Yang di atas itu tergantung pada proses recovery,” ungkapnya.

Di sisi implementasi, LPS menargetkan Program Penjaminan Polis dapat mulai diaktifkan pada 2027. Dalam roadmap yang dipaparkan kepada Komisi XI, LPS masih menggunakan dua skenario, yakni skenario optimistis pada April 2027 dan skenario moderat pada Juli 2027.

Namun, aktivasi tersebut tetap bergantung pada penerbitan PP. Anggito mengatakan LPS berharap program dapat berjalan pada semester I atau pertengahan 2027, lebih awal dari batas waktu pelaksanaan yang ditetapkan.

“Kalau rencananya, kalau roadmap kami, PP-nya kalau bisa ke-3 pada 2026. Kemudian aktivasinya mulai semester depan. Ya, tahun depan,” ujar Anggito.

Untuk mempercepat implementasi, LPS telah membentuk Project Management Office (PMO) khusus aktivasi Program Penjaminan Polis. Berdasarkan pemaparan LPS, progres keseluruhan inisiatif strategis persiapan program telah mencapai 80,76 persen.

Persiapan tersebut mencakup desain program, kebijakan dan regulasi, pengembangan teknologi informasi, data, kegiatan pendukung aktivasi, serta strategi komunikasi.

LPS juga telah mengusulkan desain utama program yang mencakup membership, coverage, limit, dan iuran. Untuk kepesertaan, perusahaan asuransi wajib memenuhi persyaratan tingkat kesehatan tertentu, termasuk Risk-Based Capital (RBC) minimal 120 persen dan tidak sedang berada dalam pengawasan khusus atau intensif OJK.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya