Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: RMOL)

Politik

Bukan Kritik Prabowo, Pidato AHY Bagian dari Strategi Menuju 2029

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 14:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan yang tidak dimiliki seseorang untuk selamanya dinilai bukan sebagai kritik yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat politik Nurul Fatta menilai pernyataan tersebut lebih tepat dibaca sebagai bagian dari strategi menjaga intensitas komunikasi politik Partai Demokrat dengan publik.

Menurutnya, sebagai partai yang berada dalam pemerintahan, Demokrat tetap perlu menyampaikan sikap kritis. Langkah tersebut bukan berarti mengambil posisi berseberangan dengan pemerintah, melainkan menjaga eksistensi partai sekaligus mempertahankan komunikasi dengan konstituen dan menjaring simpati publik yang lebih luas.


“Demokrat memang partai koalisi, tapi harus tetap kritis. Bukan soal sikap berseberangan dengan pemerintah, tapi cara menjaga loyalis, sekaligus menjaring simpati publik yang lebih luas,” kata Nurul Fatta kepada RMOL, Kamis, 10 September 2026.

Ia mengatakan, catatan kritis Demokrat terhadap pemerintahan juga bukan sesuatu yang baru. Sebelumnya, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga  Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat beberapa kali menyampaikan pandangan kritis terkait sejumlah persoalan, termasuk soal keterlibatan TNI aktif dalam politik.

“Catatan kritis Demokrat terhadap Prabowo ini kan sudah sering dilakukan, misalnya melalui SBY soal TNI aktif di politik yang menyarankan mundur dari TNI. Dan banyak lagi. Ya, semua itu bagian dari berpolitik,” ujarnya.

Menurut Fatta, menjaga suara kritis justru penting bagi Demokrat agar tetap terdengar dan terlihat di mata publik. Terlebih, jika partai tersebut ingin menjaga ruang politik untuk menghadapi Pemilu 2029.

“Kalau ada niatan maju di 2029, itu harus dibuat dari kacamata saya sebagai konsultan politik, biar AHY dan Demokrat tetap terdengar di telinga dan kelihatan di mata publik,” jelasnya.

Nurul Fatta juga menilai kecil kemungkinan pidato AHY mengenai batas kekuasaan dimaksudkan sebagai sindiran langsung kepada Prabowo. Sebab, AHY saat ini merupakan bagian dari lingkaran kekuasaan dan memiliki kepentingan strategis untuk menjaga komunikasi politik yang baik dengan Presiden.

“Menurut saya, hal yang tidak mungkin pidato AHY tentang kekuasaan ada batasnya itu ditujukan ke Prabowo. Toh, dia menjadi bagian dari lingkaran kekuasaan dan punya kepentingan strategis menjaga komunikasi baik dengan Prabowo,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Nurul, hubungan baik tersebut dapat menjadi modal politik Demokrat untuk membuka berbagai kemungkinan skenario menjelang 2029, termasuk peluang AHY kembali masuk dalam bursa calon wakil presiden.

“Termasuk membuka peluang skenario dirinya diposisikan sebagai cawapres di 2029,” pungkasnya.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya