Berita

PT Timah Tbk (TINS) Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Public Expose

Kinerja Melesat, Laba PT Timah Tembus Rp2,71 Triliun

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 12:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Timah Tbk (TINS), emiten pertambangan timah dan bagian dari holding BUMN pertambangan MIND ID, membukukan kinerja yang melesat pada semester I-2026. Laba bersih perseroan mencapai Rp2,71 triliun, melonjak 805 persen secara tahunan dibandingkan Rp299,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang pendapatan yang meningkat 147 persen menjadi Rp10,42 triliun dari sebelumnya Rp4,22 triliun. Kinerja pendapatan diperkuat oleh kenaikan volume penjualan sekaligus harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) logam timah yang mencapai 49.794 Dolar AS per metrik ton.

Dari sisi operasional, produksi bijih timah PT Timah sepanjang enam bulan pertama 2026 mencapai 12.232 ton Sn, tumbuh 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Kenaikan produksi bijih tersebut turut mendorong produksi logam timah yang meningkat 58 persen menjadi 10.865 metrik ton Sn. Sementara volume penjualan tercatat 10.984 metrik ton logam timah, atau tumbuh 85 persen secara tahunan.

Direktur Produksi dan Komersial PT Timah Tbk, Ilhamsyah Mahendra, mengatakan peningkatan produktivitas tersebut tidak terlepas dari sinergi dan dukungan para pemangku kepentingan.

"Pencapaian positif ini tidak lepas dari peran, sinergi, dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder," ungkap Ilhamsyah dalam paparan Public Expose Live 2026, Kamis 10 September 2026.

Kinerja PT Timah juga mendapat dukungan dari kondisi pasar global. Sepanjang semester I-2026, rata-rata harga timah LME Cash Settlement berada di level 50.319,19 Dolar AS per metrik ton, meningkat 56,68 persen secara tahunan.

Permintaan timah masih ditopang berbagai sektor strategis, mulai dari industri semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), pusat data hingga kebutuhan yang berkaitan dengan transisi energi. Kondisi tersebut menjaga prospek komoditas timah di tengah dinamika pasar global.

Ilhamsyah optimistis produktivitas perseroan dapat terus tumbuh hingga akhir 2026. Momentum harga komoditas serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor pendukung untuk menjaga kinerja operasional perseroan.

Di tengah penguatan kinerja keuangan dan produksi, PT Timah juga mencatat perbaikan pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Berdasarkan ESG Risk Rating Sustainalytics per Agustus 2026, tingkat risiko ESG PT Timah turun menjadi 29,0 atau masuk kategori Medium Risk, dari sebelumnya 35,7 yang berada dalam kategori High Risk.

Perbaikan tersebut berjalan bersamaan dengan penguatan tata kelola melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis SNI ISO 37001:2016 yang telah tersertifikasi.

Di sisi sosial, perseroan menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) sebesar Rp10,59 miliar sepanjang semester I-2026.

Program tersebut menjangkau 15.605 penerima manfaat dan mendampingi delapan mitra binaan UMKM untuk meningkatkan kapasitas usahanya.

Dengan kombinasi peningkatan produksi, volume penjualan, harga timah yang masih kuat serta perbaikan tata kelola, PT Timah memasuki paruh kedua 2026 dengan pijakan kinerja yang jauh lebih kuat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya