Berita

Para pembicara dan peserta Seminar Nasional Hiu Kencana di Auditorium Jos Soedarso, Seskoal, Jakarta Selatan, Rabu, 9 September 2026. (Foto: Seskoal)

Pertahanan

Anggaran Minim Masih jadi Tantangan Utama Perkuat Pertahanan Maritim

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 10:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyatakan bahwa Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan dalam mengisi kebutuhan kekuatan bawah laut dalam masa transisi. Salah satu tantangan yang utama adalah keterbatasan anggaran.

Hal itu disampaikan KSAL dalam acara Seminar Nasional Hiu Kencana bertajuk ‘Integrated Maritime Surveillance System for Indonesia: Penguatan Pengendalian Ruang Maritim Atas dan Bawah Air dalam Mendukung Politik Pertahanan Negara Menghadapi Dinamika Global’ yang digelar di Auditorium Jos Soedarso, Seskoal, Jakarta Selatan, Rabu, 9 September 2026. 

“Tantangan utama tentu keterbatasan anggaran. Kita melakukan mitigasi dengan memerlukan paradigma baru dengan surveillance untuk deteksi dini, unsur tempur fokus pada fungsi interception,” kata KSAL.


Terkait alutsista kapal selam, Laksamana Ali menyebut sejumlah negara telah menawarkan kapal selam kepada Indonesia. Opsi tersebut menjadi salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan untuk mengisi masa transisi sebelum kapal selam Scorpene tiba, meski keputusan akhirnya tetap berada di tangan Kementerian Pertahanan.

Lanjut dia, pembangunan kapal selam Scorpene membutuhkan waktu sekitar 7-8 tahun. Sementara itu, TNI AL saat ini baru memiliki empat kapal selam, terdiri atas satu kapal selam kelas Cakra dan tiga kapal selam kelas Nagapasa.

Selain opsi kapal selam interim, TNI AL juga mempertimbangkan pengembangan dan penggunaan sistem nirawak untuk memperkuat kemampuan bawah laut, termasuk kapal selam otonom serta kapal selam berukuran kecil atau midget submarine.
Persiapan menuju pengoperasian Scorpene juga terus dilakukan. TNI AL telah membentuk satuan tugas bersama PT PAL dan Naval Group Prancis, termasuk menyiapkan personel yang menjalani pendidikan dan pelatihan.

Masih kata Ali, salah satu perbedaan penting Scorpene dengan kapal selam generasi sebelumnya adalah penggunaan baterai lithium-ion. Teknologi tersebut dinilai memberikan kemudahan dari sisi pemeliharaan dibandingkan baterai lead acid yang digunakan kapal selam sebelumnya.

“Dibandingkan dengan kapal selam sebelumnya yang menggunakan lead acid battery, itu sebenarnya pemeliharaannya akan lebih mudah, akan lebih simple,” jelasnya.

Menanggapi kondisi dilematis Indonesia dalam memperkuat pertahanan bawah airnya, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono menjelaskan bahwa pihaknya sangat mendukung apa yang dilakukan TNI AL.

“Kekuatan maritim itu kan adalah sesuatu kekuatan yang wajib untuk kita tingkatkan. Kapasitas harus terus kita tambah. Karena kita melihat bahwa potensi ancaman atau pun juga potensi kebutuhan itu selalu meningkat. Karena kan maritim adalah lifeline kita,” ujar Dave.

Politikus Golkar itu menyadari bahwa masalah anggaran menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam memperkuat pertahanan maritim. 

“Masalah anggaran tentu adalah satu poin yang menjadi perhatian kita. Dan kita yakin nanti pemerintah bisa memformulasikan sesuai dengan kemampuan ekonomi dan juga kondisi bangsa. Jadi penting untuk dipastikan karena ini berkaitan dengan kedaulatan kita dan juga untuk menyakut masa depan bangsa,” pungkas Dave. 

Dalam seminar tersebut turut menghadirkan antara lain Paguyuban Hiu Kencana, Wamen KP Laksamana (Purn) Didit Herdiawan, Wakil Kepala BRIN Laksdya (Purn) Amarulla Octavian dan Dirut PT PAL Kaharuddin Djenod.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya