Berita

Gunung Anak Krakatau (Foto: Istimewa)

Politik

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 10:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah diminta tidak terburu-buru melakukan penggabungan kelembagaan dalam upaya memperkuat sistem kebencanaan nasional.

Politisi senior PKS, Mulyanto, menilai pemerintah cukup mengintegrasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ke dalam Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tanpa harus menarik seluruh Badan Geologi ke BMKG.

Mulyanto, yang pernah menjadi Anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019-2024, mengatakan fokus utama pemerintah seharusnya diarahkan pada penguatan kapasitas negara dalam pemantauan, mitigasi, pengelolaan risiko, serta sistem peringatan dini bencana.


“Jangan sampai semangat memperkuat mitigasi bencana justru berubah menjadi merger besar-besaran yang tidak perlu. Yang kita butuhkan adalah penguatan kelembagaan kebencanaan secara tepat sasaran,” ujar Mulyanto kepada wartawan, Kamis, 10 September 2026.

Menurutnya, PVMBG dan BMKG memiliki fungsi yang saling beririsan dalam pemantauan dan peringatan dini bencana. PVMBG menangani pemantauan gunung api, gerakan tanah, serta mitigasi bencana geologi. Sementara BMKG menangani gempa bumi, tsunami, cuaca ekstrem, meteorologi, dan klimatologi.

“Secara fungsi, PVMBG dan BMKG memang berada dalam satu rumpun besar pemantauan dan peringatan dini bencana. Karena itu, integrasi keduanya jauh lebih masuk akal dibandingkan menarik seluruh Badan Geologi ke BMKG,” katanya.

Mulyanto mengingatkan, cakupan tugas Badan Geologi jauh lebih luas dan tidak seluruhnya berkaitan dengan kebencanaan. Lembaga tersebut juga menangani survei geologi, sumber daya geologi, air tanah, geologi lingkungan, serta mendukung kebijakan energi dan sumber daya mineral.

“Kalau seluruh Badan Geologi dipindahkan ke BMKG, justru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Fungsi-fungsi geologi yang berkaitan dengan sumber daya mineral, air tanah dan kebijakan ESDM tidak memiliki alasan kuat untuk dipisahkan dari Kementerian ESDM,” jelasnya.

Karena itu, Mulyanto mendorong restrukturisasi dilakukan secara selektif dengan mengintegrasikan fungsi yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebencanaan.

Fungsi tersebut meliputi pemantauan, analisis risiko, pengelolaan data kebencanaan, sensor, sistem peringatan dini, hingga penyampaian informasi bencana kepada masyarakat.

Menurutnya, integrasi tersebut dapat membuat sistem pemantauan bencana lebih terpadu, mengurangi fragmentasi data, sekaligus memperpendek rantai koordinasi. Dengan begitu, informasi mengenai ancaman bencana dapat diterima masyarakat secara cepat, akurat, dan mudah dipahami.

Di sisi lain, Mulyanto menilai pembagian peran antara BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga perlu diperjelas.

BMKG, kata dia, dapat diperkuat sebagai pusat pemantauan, analisis, dan peringatan dini berbagai ancaman bencana alam. Sementara BNPB tetap menjalankan fungsi utama sebagai koordinator penanggulangan dan respons bencana.

“Prinsipnya sederhana. Satukan fungsi pemantauan dan early warning yang memang satu rumpun. Jangan membongkar seluruh struktur geologi yang tidak terkait langsung dengan bencana. Tujuan akhirnya bukan sekadar perubahan organisasi, tetapi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya