Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Emas Melompat Lebih dari 1 Persen di Tengah Penantian Data Inflasi AS

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia menguat lebih dari 1 persen pada penutupan Rabu 9 September2026, terdorong oleh depresiasi indeks Dolar AS (DXY) yang berada dekat level terendah dalam dua pekan. 

Kondisi ini membuat harga emas menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang asing.

Penguatan logam mulia ini terjadi saat investor mencermati lonjakan harga minyak mentah yang menembus 100 Dolar AS per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Lonjakan energi tersebut memicu kekhawatiran inflasi sekaligus mengerek imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak November 2023. 


Pelaku pasar kini fokus menantikan rilis data inflasi produsen (PPI) dan konsumen (CPI) AS pekan ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pasar memperkirakan peluang sekitar 60 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Kenaikan harga turut dialami oleh logam mulia lainnya. Perak spot melesat 3,3 persen ke level 67,91 Dolar AS per ons. Platinum melonjak 5,1 persen menjadi 1.906,20 Dolar AS per ons. Paladium menguat 1,2 persen ke posisi 1.365,50 Dolar AS per ons.

Di sisi lain, World Platinum Investment Council (WPIC) memproyeksikan pasar platinum global akan mencetak surplus pada tahun ini untuk pertama kalinya sejak 2022, akibat melemahnya permintaan sektor perhiasan dan investasi.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya