Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat memberikan arahan Kegiatan Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Kinerja serta Pengelolaan Konflik dan Psychological Safety bagi SDM Sekolah Rakyat di Ballroom Hotel Grand Serpong, Tangerang, Banten, Rabu, 9 September 2026. (Foto: Dok. Humas Kemensos)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) Sekolah Rakyat menjadi Agen Perlinsos untuk membantu pemerintah memperbarui dan memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial.
Ajakan itu disampaikan Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, saat menghadiri Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Kinerja serta Pengelolaan Konflik dan Psychological Safety bagi SDM Sekolah Rakyat di Ballroom Hotel Grand Serpong, Tangerang, Banten, Rabu, 9 September 2026.
“Saya mengajak Bapak-Ibu sekalian semua untuk bersedia menjadi Agen Perlinsos. Supaya data kita makin akurat, mari kita peduli sama tetangga kita, kalau kita tidak bisa menjangkau yang lain, tetangga kita dululah,” kata Gus Ipul.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan karena masih ada warga yang membutuhkan bantuan sosial tetapi terkendala akses teknologi maupun administrasi. Tidak semua masyarakat memiliki telepon pintar, literasi digital, dokumen lengkap, atau keberanian untuk mendaftarkan diri.
Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, masyarakat didorong membantu mendaftarkan tetangga atau keluarga yang membutuhkan bantuan sosial tetapi belum tercatat dalam data pemerintah.
“Jangan-jangan di sekitar kita ada orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, dengan memasukkan nama mereka ke dalam data kita. Maka kita akan meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Dengan cara siap menjadi Agen Perlinsos. Agen Perlinsos ini adalah bagian dari digitalisasi bansos,” ujarnya.
Gus Ipul mengatakan, akurasi data menjadi kunci agar program perlindungan sosial pemerintah tepat sasaran. Pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) terus mengonsolidasikan data yang bersifat dinamis melalui pemutakhiran setiap tiga bulan.
“Kalau datanya akurat, maka yang akan sekolah di sekolah rakyat, iya akan anak-anak yang memang membutuhkan bantuan negara,” imbuhnya.
Ia menegaskan, kerja Kemensos merupakan bagian dari upaya membantu Presiden Prabowo Subianto menjalankan amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
“Ingat baik-baik ini, intinya kita sedang membantu Presiden Prabowo Subianto untuk kerja cepat eksekusi Pasal 34,” paparnya.
Gus Ipul juga meminta SDM Sekolah Rakyat terus meningkatkan keterampilan. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menjalankan amanat konstitusi tersebut sehingga pengelola dan tenaga pendukungnya harus memiliki kapasitas yang memadai.
Sebanyak 609 SDM Sekolah Rakyat mengikuti pelatihan tersebut secara luring maupun daring. Pelatihan difokuskan pada penguatan tata kelola, monitoring dan evaluasi, pengelolaan konflik, psychological safety, serta pencegahan kekerasan fisik dan seksual, perundungan, maupun intoleransi.
“Jadi ini adalah upaya pelatihan terus menerus secara berkelanjutan, bergantian untuk seluruh SDM Sekolah Rakyat. Khusus hari ini adalah untuk penguatan tata kelola di bidang pengawasan, monitoring, evaluasi, dan juga pencegahan terhadap terjadinya kekerasan fisik atau kekerasan seksual, perundungan, maupun intoleransi,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Kemensos Afrizon Tanjung, Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos Joko Widiarto, jajaran Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Sosial, serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).