Berita

Diskusi bertajuk "Finding Your Calm in the Age of Chaos" bagian dari IDEAFEST 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan (Foto: Istimewa)

Bisnis

Generasi Muda Diajak Tak Mudah Terpancing di Era Digital

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 12:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah derasnya notifikasi, perdebatan di media sosial, dan berbagai informasi yang datang tanpa jeda, kemampuan untuk tetap tenang semakin menjadi sesuatu yang berharga. 

Ketika satu unggahan dapat memicu perdebatan panjang, tidak ikut terpancing dan memilih berhenti sejenak sebelum merespons justru bisa membantu seseorang mengambil keputusan dengan lebih baik.

Fenomena inilah yang menjadi perhatian dalam diskusi bertajuk "Finding Your Calm in the Age of Chaos" yang digelar Aqua dalam rangkaian IDEAFEST 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. 


Diskusi tersebut dihadiri lebih dari 250 peserta dan menghadirkan Head of Brand Aqua Riza Rahman serta aktor, entrepreneur, dan sports enthusiast Daffa Wardhana, dengan Co-Chair IDEAFEST 2026 Desy Bachir sebagai moderator.

Diskusi tersebut mengajak generasi muda untuk kembali menemukan kemampuan untuk pause di tengah berbagai heated moment, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Sebab, dalam situasi yang serba cepat, dorongan untuk langsung merespons segala sesuatu sering kali justru membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk berpikir jernih.

"Hari ini kita hidup di tengah informasi yang datang tanpa henti. Sering kali kita merasa harus langsung merespon semuanya, padahal tidak semua hal perlu ditanggapi saat itu juga. Di tengah situasi seperti ini, selalu ada orang-orang yang memilih untuk pause, mengatur diri, lalu merespon dengan lebih sadar. Mereka inilah yang kami sebut sebagai Kaum Adem," ujar Riza Rahman, Head of Brand Aqua, dalam keterangannya, dikutip Rabu 9 September 2026.

Menurut Riza, menjadi adem bukan berarti pasif atau tidak peduli terhadap keadaan. Sebaliknya, sikap tersebut merupakan kemampuan untuk tetap tenang ketika menghadapi situasi yang memanas sehingga seseorang dapat mengambil keputusan dengan lebih baik.

Bahkan, menurutnya, kemampuan untuk berhenti sejenak dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hidrasi yang cukup berperan dalam menjaga konsentrasi, fungsi kognitif, suasana hati, hingga performa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Saat tubuh terhidrasi dengan baik, seseorang dapat tetap fokus dan lebih siap menghadapi berbagai tuntutan aktivitas yang padat," ujar Riza.

Ia menambahkan, menjaga hidrasi juga menjadi bagian dari filosofi yang dibawa Aqua melalui kampanye "Hanya Aqua, yang Dingin Alaminya, Ademin Kamu".

"Kadang yang kita butuhkan untuk recharge justru hal-hal sederhana. Menjaga hidrasi adalah salah satunya. Filosofi ini juga selaras dengan keunggulan Aqua," tambah Riza.

Pesan untuk tetap tenang tersebut juga datang dari pengalaman Daffa Wardhana sebagai pelari marathon. Dalam olahraga yang menuntut daya tahan fisik dan mental, terutama ketika memasuki kilometer-kilometer krusial menjelang garis akhir, kemampuan mengendalikan diri menjadi salah satu faktor penting untuk terus bergerak.

"Sebagai pelari marathon, saya belajar bahwa tidak semua tantangan harus dilawan dengan terburu-buru. Ada kalanya kita perlu melambat sejenak, mengatur napas, memastikan tubuh tetap terhidrasi, recharge, lalu kembali fokus pada langkah berikutnya. Prinsip yang sama menurut saya juga relevan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah banyaknya distraksi dan tekanan, kemampuan untuk tetap tenang justru membuat kita bisa melangkah lebih jauh," ujar Daffa.

Selain aktif berolahraga, Daffa turut berkolaborasi dengan komunitas yang mengampanyekan donor darah bagi penyandang talasemia. Melalui kegiatan lari, Daffa bersama komunitasnya berupaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya dukungan bagi penyandang talasemia sekaligus memberikan edukasi mengenai penyakit tersebut.

Melalui diskusi ini, Aqua ingin mengajak masyarakat melihat bahwa menjadi "adem" bukan berarti menghindari tantangan atau berhenti bergerak. Justru, kemampuan untuk tetap tenang, adaptif, dan hadir sepenuhnya dalam setiap situasi dapat membantu seseorang merespons keadaan secara lebih baik dan memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun orang lain.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya