Berita

Ilustasi (Fot: Istimewa)

Bisnis

PAG Bidik Arun Jadi Hub LNG, dari Aceh Menjangkau Pasar Asia

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 09:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Perta Arun Gas (PAG), bagian dari Subholding Gas dan anak usaha PT Pertamina Gas, terus mengembangkan Kawasan Arun Lhokseumawe, Aceh, dari terminal LNG menjadi Global Integrated Energy Hub. Pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka akses ke pasar energi Asia.

Finance & General Support Director PAG, M. Yudi Setiawan, mengatakan posisi Arun yang berada di jalur pelayaran internasional dan dekat dengan pasar Asia menjadi keunggulan untuk mengembangkan bisnis LNG.

“Arun memiliki posisi strategis untuk dikembangkan menjadi LNG Hub yang melayani kebutuhan domestik sekaligus pasar regional,” ujar Yudi dalam program Squawk Box pada segmen Energy Corner di Studio CNBC Indonesia, Jakarta, Selasa 8 September 2026.


Untuk mendukung pengembangan tersebut, PAG mengoptimalkan berbagai infrastruktur yang dimiliki. Salah satunya Tangki LNG F-6004 berkapasitas 127.000 m³ yang telah direvitalisasi dan kembali beroperasi pada awal 2026.

Pengoperasian tangki tersebut meningkatkan fleksibilitas PAG dalam menerima, menyimpan, dan mengelola kargo LNG dalam volume besar. Infrastruktur ini sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis LNG Hub, reload, dan re-export.

PAG juga memiliki tiga unit regasifikasi dengan total kapasitas 135 MMSCFD, LNG ISO Tank Filling Station hingga 10 ISO Tank per hari, tangki condensate berkapasitas 2,12 juta barel, fasilitas LPG, serta layanan Gassing Up & Cooling Down (GUCD) bagi kapal LNG.

Dari sisi kinerja, PAG mencatat realisasi regasifikasi sebesar 153 persen dari target RKAP sepanjang 2025. Perseroan menerima 22 kargo LNG domestik dengan volume regasifikasi lebih dari 155 BBTUD, meningkat sekitar 6 persen.

Pendapatan konsolidasi audited PAG mencapai 104,9 juta Dolar AS, sementara EBITDA tercatat 52,08 juta Dolar AS atau 121 persen dari target RKAP.

Keandalan operasional juga ditopang pencapaian lebih dari 29 juta jam kerja selamat sejak 2013, yang menunjukkan konsistensi PAG dalam menjaga aspek HSSE.

Ke depan, PAG melihat peluang pengembangan bisnis breakbulking, LNG bunkering, ISO Tank, GUCD, penyimpanan, reload hingga re-export sebagai bagian dari ekosistem LNG Hub terintegrasi.

Yudi mengatakan posisi Arun di kawasan Selat Malaka juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat konektivitas dengan pasar energi Asia Tenggara hingga global.

“Target kami adalah menjadikan Arun sebagai bagian penting dari rantai pasok energi, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk kebutuhan energi masa depan,” tutur Yudi.

“Untuk kedepan, bisnis PAG akan memerlukan tangki yang banyak sekaligus memberikan keleluasaan bagi PAG. Saat ini kita akan mengoptimalkan tangki eksisting,” tambahnya.

Dengan optimalisasi aset dan pengembangan layanan baru, PAG menargetkan Arun tidak hanya berfungsi sebagai terminal LNG, tetapi berkembang menjadi simpul energi yang menghubungkan kebutuhan domestik dengan pasar regional dan global.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya