Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Bursa Eropa Flat, Saham Novartis Anjlok ke Level Terburuk

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 07:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa bergerak nyaris datar pada penutupan Selasa 8 September 2026 waktu setempat, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang membuat investor berhati-hati. 

Saham Novartis menjadi sorotan setelah perusahaan farmasi Swiss itu mencatat penurunan harian terbesar sepanjang sejarah akibat kegagalan pengembangan obat eksperimental.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun tipis 0,05 persen atau 0,30 poin ke level 649,60. 


Bursa regional bergerak variatif. DAX Jerman naik tipis 1,10 poin ke 26.007,63, sedangkan CAC 40 Prancis menguat 0,14 persen atau 11,83 poin menjadi 8.317,98. Sebaliknya, FTSE 100 Inggris turun 0,10 persen atau 10,47 poin ke 10.811,66.

Indeks acuan Swiss merosot 1,6 persen, tertekan terutama oleh saham Novartis yang anjlok 10,9 persen. Penurunan terjadi setelah obat eksperimental perusahaan untuk gangguan penyusutan otot gagal dalam uji klinis tahap akhir. Sehari sebelumnya, Novartis juga mengumumkan kegagalan obat kolesterol dalam studi tahap akhir.

Di sisi lain, sektor energi menguat 0,6 persen seiring harga minyak mentah Brent bertahan di sekitar Dolar AS 98 per barel. Harga minyak melonjak setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyerang fasilitas energi dan sejumlah kota di Arab Saudi.

Serangan tersebut memicu kekhawatiran konflik Timur Tengah meluas dan mengganggu pasokan energi global. Kenaikan harga minyak sekaligus kembali menghidupkan kekhawatiran inflasi dan mendorong aksi jual di pasar obligasi global.

Saham pertambangan juga menguat mengikuti kenaikan harga tembaga. Boliden, Antofagasta, dan KGHM masing-masing melonjak 4,6 persen hingga 6,3 persen, sementara indeks pertambangan Eropa naik 2 persen.

Dari sisi ekonomi, ekspor Jerman secara tak terduga turun pada Juli. Pelemahan pengiriman ke negara-negara Uni Eropa dan China menunjukkan pemulihan ekonomi berbasis perdagangan di negara dengan ekonomi terbesar Eropa itu masih rapuh.

Pergerakan pasar juga dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter. Investor memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga 25 basis poin pada Kamis. Pasar masih memperhitungkan satu kenaikan tambahan hingga akhir tahun dan satu lagi pada 2027.

Analis ING menilai kenaikan suku bunga setelah September dapat membawa kebijakan ECB dari tahap "asuransi" menuju wilayah yang benar-benar restriktif. Namun, mereka menilai data ekonomi saat ini belum cukup mendukung langkah tersebut dan pasar berpotensi meremehkan risiko pengetatan berlebihan terhadap obligasi Eropa.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada data inflasi Amerika Serikat yang dirilis pekan ini. Data tersebut akan menjadi indikator penting setelah laporan ketenagakerjaan AS lebih kuat dari perkiraan dan memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini.

Sementara itu, Kion Group melonjak 6,8 persen setelah Citi menaikkan rekomendasi saham produsen forklift asal Jerman tersebut menjadi "buy" dari sebelumnya "neutral". Citi menilai industri kendaraan pengangkut material berpotensi memasuki titik balik siklus.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya