Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Purbaya Ungkap Strategi Prabowo Benahi Bansos: Buka Rekening BRI-BSI Massal

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 01:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah tengah menyiapkan skema pembukaan rekening bank bagi masyarakat secara luas. Langkah ini diarahkan untuk mempercepat sekaligus memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) pemerintah tepat sasaran.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, rencana tersebut merupakan bagian dari gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan di kalangan masyarakat.

Menurut Purbaya, rekening tersebut nantinya dapat menjadi sarana penyaluran berbagai bantuan pemerintah.


"Kalau itu sebetulnya agar setiap bantuan itu betul-betul cepat dan tepat sasaran, seperti bansos dan lain-lain," kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa 8 September 2026.

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, pemerintah akan mengintegrasikan data kependudukan dan perbankan dari sejumlah lembaga, antara lain Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Bank Indonesia (BI), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Data tersebut akan digunakan untuk mengidentifikasi masyarakat yang belum memiliki rekening. Mereka yang belum mempunyai rekening nantinya berpotensi difasilitasi untuk membuka rekening pertama.

"Nanti akan dicek setiap orang yang umurnya di atas 18 tahun kali ya, akan dibukakan rekening bagi yang belum punya rekening. Bansos pertama mungkin dikasih Rp50.000-Rp80.000 tapi ini masih dalam diskusi ya," kata Purbaya.

Skema serupa juga dipertimbangkan bagi warga yang baru pertama kali memperoleh KTP. Purbaya mengatakan, Presiden Prabowo mengusulkan agar pembuatan KTP dapat sekaligus diikuti dengan pembukaan rekening bank.

Bahkan, pemerintah membuka kemungkinan memberikan saldo awal bagi rekening baru tersebut. Nominalnya masih berupa pembahasan, yakni sekitar Rp50.000 hingga Rp80.000.

"Ada kemungkinan juga nanti setiap orang yang bikin KTP langsung otomatis dibuatkan rekeningnya. 'Kan dikasih gratis, dikasih uang lagi, isi minimumnya Rp50.000, dan Himbara-nya bilang mampu, jadi kita ikut saja," ungkap Purbaya.

Namun demikian, Purbaya menegaskan rencana pembukaan rekening secara massal tersebut belum menjadi kebijakan final pemerintah.

"Ini baru pembicaraan pertama. Saya pikir hasil finalnya masih belum ditentukan," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Presiden Prabowo menginginkan setiap penduduk Indonesia memiliki rekening koran.

Untuk mendukung rencana tersebut, Prabowo telah meminta dua bank milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), memfasilitasi pembukaan rekening bagi masyarakat.

Airlangga mengatakan kebijakan itu diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi sekaligus inklusi keuangan di Indonesia.

"Tentu ke depan, berbagai program akan dikirimkan ke rekening-rekening yang disiapkan untuk warga negara tersebut," kata Airlangga di Istana Negara, Senin 7 September 2026.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya