Berita

Direktur Eksekutif Tokopedia dan TikTok Indonesia Stephanie Susilo. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

TikTok dan Tokopedia Buka Suara Terkait Dugaan Pembekuan Dana UMKM

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 20:07 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Tokopedia dan TikTok Indonesia membantah estimasi dana penjual (seller) yang tertahan di platform mencapai Rp3 triliun.

Direktur Eksekutif Tokopedia dan TikTok Indonesia Stephanie Susilo mengatakan, berdasarkan penelusuran terhadap 217 seller, total dana yang terdampak penangguhan hanya sekitar Rp24 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp16,7 miliar berkaitan dengan kasus fraud.

“Terkait 217 seller yang sudah kami telusuri, dana total itu adalah Rp24 miliar, di mana untuk sebesar Rp16,7 miliar memang terdapat kasus fraud. Jadi sangat jauh dibandingkan angka yang beredar sebelumnya (Rp3 triliun),” kata Stephanie saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 8 September 2026.


Menurut Stephanie, penangguhan dana bersifat sementara dan merupakan bagian dari mekanisme perlindungan seller maupun pembeli selama proses pemeriksaan.

Dari 217 seller, sebanyak 208 atau sekitar 96 persen telah melalui proses investigasi. Sementara sisanya tidak memerlukan tindakan lebih lanjut karena akun sudah tidak aktif, data penjual terduplikasi, atau toko saat ini berstatus normal.

Penjual juga dapat memberikan klarifikasi atau mengajukan banding apabila merasa terjadi kekeliruan. Jika tidak ditemukan pelanggaran, penangguhan dana akan dicabut dan dana dapat kembali ditarik penjual.

Pengaduan tersebut sebelumnya disampaikan dalam rapat Komisi VII pada 2 Juli 2026 melalui DPC PERADI Bekasi. Saat itu, Peradi menyebut sekitar 500 penjual terdampak dengan nilai dana sekitar Rp3 triliun.

Usai RDP, Stephanie memastikan Tokopedia dan TikTok Shop akan terus berkoordinasi dengan pemerintah serta pihak terkait dalam menindaklanjuti aduan penjual.

“Kami berkomitmen untuk membangun platform yang aman untuk penjual, pembeli dan komunitas e-commerce yang lebih luas,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mohamad Toha menilai penjelasan mengenai kasus penjual masih disampaikan secara umum dalam RDP.

Menurutnya, setiap transaksi perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan pelanggaran dan tindakan yang sesuai.

“Saya pernah ketipu oknum penjual juga. Beli tiga dikirim satu, beli hijau dikirim merah,” kata Toha kepada media usai RDP.

Toha menilai diperlukan mekanisme yang dapat membuat transaksi online semakin aman dan terpercaya, dengan perlindungan konsumen menjadi tanggung jawab pemerintah dan pelaku industri.


Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya