Berita

Joko Widodo dan Anies Baswedan. (Foto: istimewa)

Politik

Jokowi Bisa Saja Pertimbangkan Anies Dampingi Gibran

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 12:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 berpotensi menghadirkan peta kandidat yang jauh lebih beragam dibandingkan Pilpres 2024.

Pengamat politik Hendri Satrio menilai Gibran Rakabuming Raka dapat menjadi salah satu kandidat calon presiden terkuat jika Presiden Prabowo Subianto kembali maju pada 2029.

Namun, menurutnya, Gibran bukan satu-satunya figur yang akan masuk dalam bursa. Sejumlah ketua umum partai hingga tokoh dari PDI Perjuangan juga dinilainya memiliki peluang untuk masuk dalam pertarungan.


“Calon-calonnya banyak. Dan 2029 ini kayaknya enggak cuma Prabowo-Gibran lagi. Mas Gibran sendiri ya calon presiden terkuat, menurut saya, selain Prabowo. Belum lagi ketua-ketua partai yang lain. PDI-P juga tidak pernah kekurangan kader. Ada Mas Ganjar, Mbak Puan, dan yang paling kuat kan Mas Pramono. Dan bisa jadi 2029 adalah Megawati Soekarnoputri ‘The Last Dance’,” kata Hensa, Selasa, 8 September 2026. 

Di antara sejumlah nama tersebut, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini juga memasukkan Anies Baswedan dalam kalkulasi politik 2029.

Menurut dia, status Anies sebagai mantan calon presiden pada Pilpres 2024 dan eks Gubernur DKI Jakarta tersebut tetap memiliki basis massa yang membuat namanya sulit diabaikan oleh kekuatan-kekuatan politik menjelang pemilu berikutnya.

“Yang paling santer kan gerakan rakyat yang mengusung Anies Baswedan. Nah, ini tinggal dilihat gerakan rakyat itu lolos verifikasi atau tidak. Tapi kalau buat Mas Anies, pasti dia masuk dalam kalkulasi banyak politisi. Kenapa? Apa pun itu, politisi kan pasti mencari: punya basis massa atau tidak. Sebagai mantan calon presiden di 2024 lalu, pasti Anies punya basis massa. Dia akan dipakai atau tidak, itu yang dilihat,” ujarnya.

Hensa bahkan menilai nama Anies dapat masuk dalam perhitungan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi apabila Gibran nantinya diproyeksikan maju sebagai calon presiden.

Ia berpandangan Jokowi bukan tipe politisi yang hanya menyiapkan satu skenario. Karena itu, meskipun skema Prabowo-Gibran dinilai menjadi salah satu pilihan paling sederhana saat ini, ia melihat berbagai alternatif masih sangat mungkin muncul menjelang 2029.

Menurutnya, salah satu skenario yang secara politik tidak dapat langsung dikesampingkan adalah memperhitungkan Anies sebagai calon pendamping Gibran.

“Saya rasa juga Jokowi itu kan selalu punya banyak rencana. Enggak pernah dia punya satu rencana. Setelah itu mungkin bisa yang lain. Dia bisa lewat PSI. Mungkin dia juga bisa hitung Anies Baswedan sebagai salah satu kandidat mendampingi anaknya. Jadi, di politik itu, terutama setelah Mas Gibran jadi wapres, sulit kita mengatakan tidak mungkin,” katanya.

Meski demikian, ia berpandangan konfigurasi politik masih sangat cair karena Pilpres 2029 masih cukup jauh. Banyak kepentingan dan komunikasi politik masih dapat berubah sebelum akhirnya pasangan calon benar-benar terbentuk.

Hensa sendiri menilai Jokowi masih menjadi figur yang patut diperhitungkan dalam percaturan politik. Rekam jejak politik Jokowi menjadi salah satu alasan mengapa setiap langkah dan komunikasi politik yang berkaitan dengan keluarganya masih akan terus dibaca sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi berikutnya.

“Jokowi itu orang yang sangat cerdas di politik. Dia paham strategi politik, dia paham momentum politik. Itu kelebihan seorang Jokowi. Kalau di sepak bola, orang hebat kan pernah kalah juga. Tapi saya setuju kalau Jokowi itu ‘the special one’. Dia sampai hari ini orang masih ngedeketin kok, masih jalan kok. Canggih lah dia,” pungkasnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya