Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 07:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melesat ke level tertinggi dalam enam pekan pada penutupan perdagangan Senin 7 September 2026, seiring kembali memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). 

Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah, salah satu pusat produksi dan perdagangan energi terbesar dunia.

Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup naik 1,03 Dolar AS atau 1,1 persen menjadi 97,31 Dolar AS per barel. Brent sempat menyentuh 98,06 Dolar AS per barel, level tertinggi sejak 24 Juli 2026.


Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,17 Dolar AS atau 1,3 persen menjadi 92,65 Dolar AS per barel. WTI sempat mencapai 93,29 Dolar AS per barel, yang juga merupakan level tertinggi sejak 24 Juli.

Kenaikan harga terjadi setelah Iran memperingatkan akan menargetkan infrastruktur energi di kawasan Teluk jika AS kembali menyerang aset-asetnya. Ancaman tersebut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak global.

"Serang aset kami dan Anda akan diserang," kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf pada Senin, merespons pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengenai armada minyak Iran.

Ketegangan meningkat setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan terhadap kapal tanker minyak dan kapal perang selama akhir pekan. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan terhadap lalu lintas kapal pengangkut energi, terutama melalui Selat Hormuz.

Data perusahaan analitik Kpler menunjukkan rata-rata hanya sekitar 10 kapal komoditas per hari yang melintasi Selat Hormuz dalam 10 hari terakhir. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak Mei.

Kekhawatiran pasokan juga meningkat setelah serangan Israel di Lebanon selatan. Di Arab Saudi, kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco dilaporkan turut diserang pada Senin, meski tingkat kerusakannya masih dalam penilaian.

Lonjakan harga minyak telah berlangsung sejak pekan lalu. Brent naik sekitar 8 persen, sedangkan WTI melonjak hampir 10 persen setelah serangkaian serangan AS dan Iran kembali meningkatkan ketegangan di kawasan.

Jika serangan terhadap kapal pengangkut minyak terus berlanjut, Goldman Sachs memperkirakan harga minyak dapat melonjak hingga 120 Dolar AS per barel. Negara-negara konsumen minyak pun berpotensi meningkatkan penggunaan cadangan strategis untuk mengantisipasi kekurangan pasokan.

Di tengah meningkatnya risiko tersebut, OPEC+ pada Minggu mempertahankan kebijakan produksi minyak untuk Oktober. Kelompok produsen minyak itu masih perlu menyepakati kuota baru sebelum menentukan kebijakan produksi berikutnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya