Berita

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fetty Anggraenidini. (Foto: RMOLJabar/Heri Supriatna)

Nusantara

Harga Masker di Bogor Naik Gila-Gilaan

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 03:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Abu vulkanik yang disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau membuat warga panik. Bahkan, kepanikan itu dipertegas dengan adanya imbauan pemerintah untuk mengenakan masker saat beraktivitas. 

Akibatnya, warga pun berbondong-bondong menyerbu supermarket, minimarket, hingga pedagang asongan yang menjual masker. Alhasil, masker laku keras hingga terjadi kelangkaan di sejumlah daerah, salah satunya di Kota Bogor. 

Bukan cuma langka, harga masker kini melonjak gila-gilaan hingga mencapai lebih dari 100 persen. 


Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Fetty Anggraenidini, mengimbau pedagang masker untuk tidak memanfaatkan situasi bencana dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

Legislator dari Partai Golkar itu menilai, lonjakan harga masker yang melambung tinggi di pasaran sangat memberatkan masyarakat yang sedang membutuhkan perlindungan kesehatan.

Fetty menegaskan bahwa dalam situasi bencana, semangat sosial harus diutamakan melalui prinsip "warga jaga warga", bukannya dimanfaatkan untuk meraup keuntungan berlipat ganda.

"Kita mengimbau kepada para pedagang masker itu untuk tidak menaikkan harga secara gila-gilaan," kata Fetty di Bogor, Senin 7 September 2026.

Pengalaman lonjakan harga masker ini dirasakan langsung oleh Fetty saat berupaya membeli masker secara mandiri. 

Ia mengaku sempat mendatangi empat apotek berbeda namun hasilnya nihil. Ketika beralih membeli secara daring (online), harga yang ditawarkan sudah melambung tinggi dari tarif normal.

"Saya pesan online yang KN95 itu Rp125.000. Gila, mahal banget. Padahal biasanya cuma Rp25.000," kata Fetty.

Fetty melihat fenomena ini lebih disebabkan oleh aksi para produsen dan penjual skala kecil yang ikut-ikutan menaikkan harga demi memanfaatkan momentum lonjakan permintaan.

"Mungkin mengambil momentum ya," kata Fetty, dikutip dari RMOLJabar.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya