Berita

Penyeberangan melayani lintas Selat Sunda (Jawa-Sumatera). (Foto: RMOLLampung)

Nusantara

BMKG Pastikan Aktivitas Penyeberangan Selat Sunda Aman, Kemungkinan Tsunami Kecil

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 18:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemantauan terhadap potensi tsunami pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga hari ini, Senin, 7 September 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani mengungkapkan, pihaknya mengoperasikan HF Radar Array berpasangan di Carita dan Tanjung Lesung dengan mengaktifkan mode pemantauan tsunami (tsunami mode). 

"BMKG memastikan jalur penyeberangan Selat Sunda berada dalam kondisi aman. Data HF Radar per 7 September 2026 pukul 08.00 WIB menunjukkan probabilitas terjadinya tsunami di Selat Sunda berada pada kategori rendah (di bawah 50 persen)," ujar Andri kepada wartawan di Jakarta.


Andri memaparkan, arus permukaan laut bergerak dominan ke arah barat daya menuju Samudra Hindia dengan kecepatan 0,4-0,9 knot, dan tinggi gelombang 0,3-1,2 meter.

Data tersebut, ditegaskannya, bahwa BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Selat Sunda untuk 7 hari ke depan berkisar antara 0,5 hingga 2,0 meter, dengan kondisi cuaca wilayah Gunung Anak Krakatau-Selat Sunda didominasi cerah hingga cerah berawan.

“Informasi mengenai kondisi arus dan gelombang tersebut terus diperbarui dan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi otoritas terkait dalam pengambilan keputusan operasional transportasi dan penyeberangan di Selat Sunda," ungkapnya.

Kendati begitu, Andri memastikan BMKG akan terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan untuk mendeteksi setiap perubahan kondisi laut secara cepat.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menuturkan, pemantauan melalui 20 tsunami gauge di sekitar Selat Sunda juga tidak mendeteksi adanya anomali muka air laut yang mengindikasikan terjadinya tsunami. 

Sementara itu, pengukuran lightning detector dan sensor magnet bumi mencatat peningkatan aktivitas petir vulkanik serta gangguan geomagnetik pada pukul 00.00-04.00 WIB. 

“Namun, intensitas gangguan geofisika ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan erupsi pertama pada 4 September lalu,” kata Ardhasena.

Namun yang terpenting, menurut dia, masyarakat di wilayah yang terpapar sebaran abu vulkanik untuk tetap waspada, menjaga kesehatan secara mandiri, dan hanya merujuk pada kanal informasi resmi.

“Warga di area terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan selalu mengenakan masker serta kacamata pelindung jika harus beraktivitas di luar. Mari kita saling menjaga kelompok rentan di sekitar kita," tuturnya.

"Kami memastikan BMKG terus memperbarui data cuaca, penerbangan, dan geofisika secara berkala, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dengan mengacu pada informasi resmi dari BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah,” pungkas Ardhasena.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya