Berita

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Prof Stella Christie. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Nusantara

Perguruan Tinggi Diberi Keleluasaan Sikapi Ancaman Abu Vulkanik

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 17:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Berbeda dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk siswa sekolah, Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) hanya memberikan imbauan kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia. 

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Prof Stella Christie merespons paparan abu vulkanik pasca letusan Gunung Anak Krakatau yang melanda sejumlah wilayah seperti Banten, Lampung, Jabodetabek hingga Jawa Barat. 

“Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) memberikan dukungan sepenuhnya untuk segala sesuatu yang berjalan di perguruan tinggi namun mereka adalah entitas independen. Jadi yang pertama kami memberikan imbauan untuk melakukan hal yang diperlukan berdasarkan keadaannya,” kata Stella kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 7 September 2026.


Lanjut dia, bukan tanpa alasan Kemendikti Saintek tidak menerapkan kebijakan yang mengikat untuk perguruan tinggi dalam merespons paparan abu vulkanik di sejumlah wilayah. 

Menurutnya, Indonesia bukan hanya Jakarta dan Banten, sehingga kementeriannya hanya memberikan sebatas imbauan kepada seluruh perguruan tinggi di Tanah Air. Adapun, imbauannya yakni untuk menerapkan perkuliahan di dalam kelas atau indoor dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

“Kita juga harus tahu bahwa perguruan tinggi itu tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kita punya 4.000 lebih perguruan tinggi dan ini tidak semuanya berada di daerah yang terdampak. Jadi, jangan sampai kita membuat sesuatu lebih terdampak kepada mahasiswanya yang tapi tidak memerlukan untuk misalnya, online. Tapi kalau perlu, kita serahkan kepada perguruan tinggi,” jelasnya.

Atas dasar itu, Stella menyerahkan sepenuhnya kepada perguruan tinggi terkait untuk menyikapi bencana alam berupa paparan abu vulkanik pasca letusan Gunung Anak Krakatau tersebut. 

“Perguruan tingginya di daerah tempat yang paling bisa menilai keperluannya,” tegas dia.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menginstruksikan pengalihan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring bagi sekolah-sekolah yang terdampak parah oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Di daerah yang terdampak cukup berat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah melalui daring, atau dilaksanakan di tempat tertentu yang aman melalui sarana pembelajaran yang daring," kata Mendikdasmen dalam Konferensi Pers Pembaruan Informasi Layanan Pendidikan Pascaerupsi Krakatau yang digelar secara daring di Jakarta, Minggu, 6 September 2026. 

Abdul Mu'ti juga menyebutkan skema PJJ tersebut difokuskan pada sejumlah wilayah dengan paparan abu vulkanik tinggi, seperti Kabupaten Serang di Banten, serta Kabupaten Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan di Provinsi Lampung.

Bagi daerah yang paparannya dinilai masih aman untuk menggelar pembelajaran tatap muka, Mu'ti mewajibkan penerapan protokol kesehatan dan keamanan yang sangat ketat.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya