Berita

Situasi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu siang, 6 September 2026. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Pemerintah Harus Pastikan Kompensasi Gagal Terbang Terpenuhi

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 13:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penutupan sejumlah bandara akibat erupsi gunung Anak Krakatau disorot Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Irmawan.

Dia meminta pemerintah memastikan hak-hak penumpang tetap terpenuhi, termasuk terkait kompensasi atas pembatalan penerbangan, pelayanan selama menunggu, serta kepastian informasi mengenai keberangkatan.

Irmawan menilai keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam situasi erupsi gunung api. Namun, di saat yang sama, penumpang yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan juga tidak boleh dibiarkan menghadapi ketidakpastian tanpa informasi dan pelayanan yang memadai.


“Erupsi Gunung Anak Krakatau tentu berdampak pada banyak aspek, termasuk sektor perhubungan. Kami melihat ada 8 bandara yang sementara ditutup akibat kondisi tersebut. Keselamatan memang harus menjadi prioritas, tetapi pemerintah juga harus hadir memastikan hak dan kebutuhan para penumpang yang terdampak tetap terpenuhi,” ujar Irmawan di Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Ia secara khusus meminta Kementerian Perhubungan melakukan pengawasan terhadap maskapai agar penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan memperoleh hak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh dibebani dengan prosedur yang rumit ketika harus mengurus hak akibat pembatalan penerbangan yang terjadi karena kondisi darurat. Pemerintah perlu memastikan proses pengembalian biaya maupun bentuk kompensasi lainnya berjalan secara jelas, mudah, dan tidak berlarut-larut.

“Penumpang jangan sampai sudah mengalami kerugian karena perjalanan terganggu, kemudian masih harus bersusah payah mendapatkan haknya. Proses pengembalian biaya atau kompensasi harus jelas dan mudah. Pengawasan dari Kementerian Perhubungan sangat dibutuhkan agar maskapai memberikan pelayanan sesuai aturan dan tidak merugikan penumpang,” tegasnya.

Legislator asal Aceh tersebut juga mengingatkan bahwa dampak penutupan bandara tidak hanya berupa tertundanya perjalanan. Oleh karena itu Irmawan meminta pengelola bandara dan maskapai memberikan perhatian khusus kepada penumpang yang harus menunggu dalam waktu yang tidak pasti.

Ia meminta sarana dan prasarana pendukung di bandara tetap tersedia dengan baik, termasuk ruang tunggu, toilet, tempat ibadah atau mushala, serta fasilitas dasar lainnya. Kebersihan dan kenyamanan juga harus menjadi perhatian, terutama jika penumpang harus berada di bandara dalam waktu yang cukup lama.

Selain pelayanan fisik, Irmawan menekankan pentingnya komunikasi publik yang cepat, akurat, dan berasal dari sumber resmi. Menurutnya, ketidakpastian sering kali membuat penumpang semakin cemas, terlebih ketika informasi yang beredar di media sosial berbeda-beda.

“Jangan sampai masyarakat justru mendapatkan informasi yang tidak jelas atau hoaks yang membuat mereka semakin panik. Informasi mengenai status penerbangan, kondisi bandara, maupun kemungkinan keberangkatan harus disampaikan secara berkala melalui kanal resmi. Penumpang membutuhkan kepastian agar bisa menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, delapan bandara dilaporkan terdampak penutupan sementara, yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Raden Inten II di Lampung, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Budiarto di Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

“Kami berharap erupsi segera berhenti dan kondisi kembali aman. Yang paling penting, masyarakat, khususnya para penumpang yang terdampak, dapat melalui situasi ini dengan tenang. Semoga perjalanan mereka bisa dilanjutkan dalam keadaan baik, sehat, dan selamat,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya