Berita

Representative Image (Foto: Kemenkes)

Dunia

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 12:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Bangladesh semakin mengkhawatirkan.

Hingga Senin, 7 September 2026, sebanyak 42.590 pasien telah menjalani perawatan di rumah sakit dan 117 orang meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes tersebut. 

Lonjakan kasus semakin terasa sepanjang September. Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya empat pasien dengue meninggal dunia, sementara 1.558 pasien lainnya harus dirawat di rumah sakit. 


Kondisi itu memicu kekhawatiran bahwa wabah akan semakin parah dalam beberapa pekan ke depan. 

Pakar entomologi medis dari Jahangirnagar University, Profesor Kabirul Bashar, memperkirakan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dapat menembus 30.000 orang hanya pada September jika tren saat ini terus berlangsung.

“Puncaknya belum tercapai. Jika tren saat ini berlanjut, September mungkin akan menjadi bulan terburuk dalam setahun untuk infeksi demam berdarah," kata dia.

Keterbatasan ranjang pasien di rumah sakit juga mulai menjadi persoalan serius. Salah seorang warga, Zahid Hasan, bahkan harus mendatangi tiga rumah sakit pemerintah setelah putranya yang berusia empat tahun didiagnosis DBD, namun tidak menemukan tempat yang tersedia. 

“Saya sangat ketakutan. Sebagai seorang ayah, sungguh tak tertahankan melihat anak saya semakin memburuk tanpa mengetahui ke mana ia bisa dirawat,” kata Hasan.

Dokter yang menangani pasien dengue di Dhaka, Profesor Tarek Alam, mengingatkan pasien dapat mengalami kondisi kritis setelah demam mereda. 

“Pasien membanjiri rumah sakit, dan tanda-tanda peringatan seperti sakit perut, pusing, dan lesu yang tidak biasa tidak boleh diabaikan," kata Profesor Tarek Alam.

Kasus DBD kini telah dilaporkan di seluruh 64 distrik Bangladesh. Pemerintah pun memperkuat kampanye kebersihan dan pemberantasan sarang nyamuk dengan mendorong masyarakat menghilangkan genangan air.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya