Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: BPMI Setpres)

Bisnis

Oleh-oleh Prabowo dari Rusia, Investasi Pupuk hingga Tawaran Kapal Putin

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 11:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lawatan Presiden Prabowo Subianto di acara Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, Vladivostok, Rusia, pekan lalu tak sekadar menghasilkan kesepakatan politik. 

Sejumlah peluang investasi dan kerja sama strategis turut dibawa pulang, mulai dari pengembangan pabrik urea di Vladivostok hingga tawaran kapal dari Presiden Vladimir Putin.

Prabowo tiba di Vladivostok pada Rabu, 2 September 2026 untuk memenuhi undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU).


Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara menjalani sejumlah agenda strategis, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin dan menjadi salah satu pembicara di ajang EEF ke-11.

Penjajakan Investasi Pupuk Indonesia di Vladivostok


Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan Pupuk Indonesia bersama pihak Rusia telah menandatangani MoU joint study untuk melihat potensi pembangunan pabrik urea di Vladivostok.

"Karena kalau kita lihat dari pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia," ujarnya dalam sebuah pernyataan di Vladivostok, dikutip Senin, 7 September 2026.

Direktur Utama Pupuk Indonesia menilai posisi Vladivostok sangat strategis karena menghadap ke Pasifik yang selama ini menjadi salah satu pasar utama pupuk Indonesia.

"Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama pupuk Indonesia," kata dia.

Tawaran Kapal Ikan Canggih dari Putin

Rosan mengungkapkan dalam forum itu Putin juga menawarkan kerja sama di sektor perkapalan. 

Rusia menawarkan kapal mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter untuk mendukung pengelolaan hasil perikanan Indonesia.

"Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir untuk pengelolaan langsung ikan-ikan kita," kata Rosan.

Pemerintah Indonesia akan mengirim tim untuk mempelajari lebih lanjut tawaran kapal tersebut. 

Komitmen Percepatan Ratifikasi FTA Indonesia-Eurasia

Selain investasi dan perkapalan, kerja sama perdagangan juga menjadi perhatian dalam pertemuan Prabowo-Putin. 

Rosan mengatakan Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan Eurasia akan segera diratifikasi.

"Dan yang setelahnya juga baru akan di FTA dengan Eurasia dengan Indonesia juga itu segera di ratifikasi, sehingga tentunya ini akan memberikan dampak yang positif yang besar terhadap perdagangan," ujarnya.

Indonesia sendiri telah menyelesaikan proses persetujuan parlemen terhadap FTA tersebut dan meratifikasinya melalui Presiden pada Juli lalu.

Sejalan dengan itu, dalam pidatonya di EEF ke-11, Prabowo menyerukan agar seluruh negara anggota EAEU segera menuntaskan prosedur internal masing-masing, sehingga perjanjian tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan perdagangan dan kerja sama ekonomi.

"Dengan hormat saya menyerukan kepada setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya agar kita dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin," tegas Prabowo.

Rencana Investasi Besar-besaran Rusal di Indonesia

Di sektor hilirisasi, raksasa aluminium asal Rusia, United Company Rusal (Rusal), juga disebut bakal masuk ke Indonesia dengan investasi dalam skala besar.

"Rusia akan masuk secara besar-besaran ke Indonesia, mengembangkan pabrik pengolahan bersama dengan kelompok-kelompok Indonesia," kata Prabowo saat berpidato di EEF ke-11 di Vladivostok.

Rencana investasi Rusal berkaitan dengan pembangunan pabrik pengolahan aluminium bersama mitra domestik. Namun, pemerintah belum merinci nilai investasi, lokasi, maupun kapasitas fasilitas yang akan dibangun.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan pemerintah akan mendalami rencana tersebut bersama kementerian teknis terkait.

"Jadi apa yang sudah kemarin disampaikan oleh Pak Presiden di dalam forum itu tentu nanti akan kita dalami seperti apa," kata Edi.

Menurut Edi, pemerintah masih menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden terkait langkah konkret untuk merealisasikan rencana investasi tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya