Berita

Anggota Komite III DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: Istimewa)

Politik

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 00:16 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Anggota Komite III DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan enam rekomendasi penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Kunjungan Kerja Komite III DPD RI ke Provinsi Lampung dalam rangka inventarisasi materi pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Fahira menilai MBG merupakan intervensi strategis yang sekaligus menyentuh aspek kesehatan, gizi, pendidikan, perlindungan sosial, dan ekonomi daerah. 

Dengan skala program yang semakin besar, tantangan berikutnya bukan lagi hanya memperluas jumlah penerima, tetapi memastikan setiap layanan aman, bergizi, tepat sasaran, konsisten, dan akuntabel.


“Ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa banyak makanan dibagikan, tetapi apakah makanan itu aman, dikonsumsi, memenuhi kebutuhan gizi, dan benar-benar memberi manfaat bagi penerima,” kata Fahira di sela-sela kunjungan kerja di Bandar Lampung, dikutip Minggu 6 September 2026.

Menurut Senator Jakarta ini, skala tersebut harus diimbangi dengan sistem pengawasan yang semakin kuat. 

Berikut enam rekomedasi terkait MBG:

Pertama, terapkan pengawasan SPPG berbasis risiko.
Setiap SPPG memiliki profil risiko yang berbeda berdasarkan kapasitas produksi, kualitas air, jarak distribusi, jenis menu, riwayat temuan, hingga kompetensi SDM.

Kedua, pastikan kapasitas pengawasan tumbuh seiring perluasan MBG.
Penambahan SPPG harus dibarengi kecukupan tenaga sanitarian, laboratorium, puskesmas, tenaga kesehatan, serta perangkat kontrol di kabupaten/kota. Fahira Idris mengingatkan, pertumbuhan jumlah dapur yang terlalu cepat tanpa peningkatan kapasitas pengawasan berpotensi menimbulkan kesenjangan kualitas dan keamanan pangan.

Ketiga, setiap insiden harus menghasilkan perbaikan sistemik.
Jika ditemukan persoalan keamanan pangan atau pelanggaran standar, evaluasi tidak boleh berhenti pada satu SPPG. Pemerintah perlu melakukan analisis akar masalah dan memastikan hasilnya menjadi pembelajaran serta tindakan korektif bagi SPPG lain dengan risiko serupa.

Keempat, tempatkan kualitas di atas target kuantitas.
Setiap SPPG memiliki batas kapasitas aman produksi berdasarkan tenaga kerja, peralatan, ruang dapur, waktu pengolahan, dan jarak distribusi.

Kelima, jadikan sekolah bagian dari sistem keamanan MBG.
Keamanan makanan tidak berhenti ketika makanan keluar dari dapur SPPG. Setelah makanan tiba di sekolah, ketersediaan air bersih, tempat cuci tangan, area makan, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga waktu konsumsi menjadi bagian penting dari kualitas layanan.

Keenam, ukur keberhasilan dari makanan yang benar-benar dikonsumsi dan memberi manfaat.
Evaluasi menu, penerimaan siswa, serta jumlah makanan tersisa atau food waste perlu dimasukkan sebagai indikator kinerja MBG. Menurut Fahira Idris, menu yang secara perhitungan memenuhi standar gizi belum tentu efektif apabila tidak disukai atau tidak dikonsumsi anak. 

"Umpan balik siswa dan sekolah karena itu perlu menjadi bagian rutin dalam penyempurnaan menu," pungkas Fahira.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya