Berita

Bakrieland

Hukum

25 Pekerja Gugat Tiga Perusahaan Bakrie, Tuntut Rp12 Miliar

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 11:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sebanyak 25 pekerja menggugat tiga perusahaan yang berada dalam kelompok Bakrie ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) terkait perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. Para penggugat menuntut pembayaran hak-hak pekerja dengan nilai mencapai Rp12,04 miliar.

Berdasarkan penelusuran RMOL di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, Minggu, 6 September 2026, gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 281/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Jkt.Pst. Perkara didaftarkan pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan klasifikasi perselisihan pemutusan hubungan kerja sepihak.

Dalam perkara tersebut, Fikky Harfiyandi, dan 24 pekerja lainnya tercatat sebagai penggugat. Mereka antara lain Elisabeth Nova Junita L, Muh Saut Sulus, Windoko, Teguh Al Iman, Aryo Yucanto, Achmad Solahudin, Teddy Hikmat Takdiransyah, Dony Wijaya, Widodo, Duski Pardede, Riza, Hercy Adilla Putra, Irsan, Ahmad, Winnie Maulia, Martha Panjaitan, Istaniah, Yuri Wibowo, Iwan Fauzi, H Bachtiarudin Wirya, Agung Tri Wibowo, Resti Nugraheni atau istri almarhum Rama Courjodheya Alam, Rezahran Ahmad Syarifzal atau anak almarhum Rama Courjodheya Alam, serta Rasya Fairuz Zahra atau anak almarhum Rama Courjodheya Alam.


Sementara pihak yang menjadi tergugat yakni PT Bakrie Pangripta Loka, PT Bakrie Swasakti Utama, dan PT Bakrieland Development Tbk.

Dalam petitumnya, para penggugat meminta majelis hakim menerima dan mengabulkan gugatan untuk seluruhnya serta menyatakan para tergugat telah melakukan wanprestasi atas Perjanjian Bersama dan pelanggaran hak normatif pekerja.

Para penggugat juga meminta para tergugat dinyatakan sah dan mengikat dalam melaksanakan Perjanjian Bersama.

Selanjutnya, para penggugat meminta para tergugat membayar secara tunai dan sekaligus seluruh uang pesangon pensiun sesuai dengan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan (full entitlement) serta outstanding dengan total nilai Rp12.048.143.466.

Pembayaran tersebut diminta dilakukan paling lambat 14 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Para penggugat juga meminta majelis hakim menyatakan sah dan berharga sita jaminan (conservatoir beslag) atas seluruh piutang, hak tagih, rekening bank, saham, aset bergerak maupun tidak bergerak milik para tergugat yang diperoleh atau diketahui selama proses pemeriksaan perkara berlangsung.

Selain itu, para penggugat meminta Pengadilan Hubungan Industrial pada PN Jakarta Pusat melakukan sita jaminan terhadap aset dan piutang para tergugat, termasuk yang berada pada sejumlah perusahaan, di antaranya PT Promedia Tangguh Berdikari, PT Bakrie Nirwana Realty, PT Bintang Bangsa Mandiri, PT Dharma Sakti Agung, PT Pegasus Graha Indah, dan PT Permata Sakti Utama.

Dalam petitumnya, para penggugat juga meminta putusan dapat dijalankan terlebih dahulu (uitvoerbaar bij voorraad) serta menghukum para tergugat membayar seluruh biaya perkara.

Perkara tersebut kini berstatus persidangan. Sidang pertama digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026, dengan agenda sidang pertama. Persidangan itu tercatat tidak dihadiri para pihak.

Sidang kemudian dijadwalkan pada Rabu, 2 September 2026, dengan agenda pemanggilan penggugat dan tergugat. Selanjutnya, persidangan dijadwalkan kembali pada Senin, 28 September 2026, pukul 10.00 WIB, dengan agenda kelengkapan legal standing penggugat dan tergugat di Ruang Kusuma Admadja 4 PN Jakarta Pusat.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya