Berita

Ilustrasi

Nusantara

Warga Jakarta Jangan Panik Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 11:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik menyikapi sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan berdasarkan informasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III (Siaga).

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat malam, 4 September 2026. Hingga Minggu, 6 September 2026, belum terdapat peningkatan status gunung api tersebut.


Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran abu vulkanik hingga sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Di Jakarta, intensitas abu diperkirakan tipis dan kondisinya dapat berubah mengikuti arah serta kecepatan angin.

"Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang, tetapi tingkatkan kewaspadaan dan ikuti informasi resmi dari pemerintah," kata Marulitua di Jakarta.

Ia menjelaskan, abu vulkanik berbeda dari debu biasa. Partikelnya sangat halus sehingga dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit, terutama pada kelompok rentan.
Karena itu, Pemprov DKI mengimbau warga melakukan sejumlah langkah sederhana untuk melindungi diri.

Pertama, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Masker kain biasa kurang optimal untuk menyaring partikel abu vulkanik.

Kedua, menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah. Warga juga disarankan mematikan kipas atau pendingin ruangan yang menarik udara dari luar apabila kondisi udara di sekitar rumah terdampak abu.

Ketiga, mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan asma, penyakit paru, atau penyakit jantung.

Keempat, apabila terdapat abu di sekitar rumah, warga diminta membasahinya terlebih dahulu sebelum membersihkan. Abu sebaiknya tidak disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikelnya kembali beterbangan dan terhirup.

Kelima, menutup tempat penyimpanan air dan makanan. Air atau makanan yang terpapar abu vulkanik sebaiknya tidak dikonsumsi.

Keenam, warga yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, batuk terus-menerus, atau iritasi mata yang semakin parah diminta segera mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan.

Ketujuh, hubungi layanan Jakarta Siaga melalui nomor 112 untuk melaporkan keadaan darurat di wilayah DKI Jakarta.

Pemprov DKI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi udara agar merujuk pada sumber resmi, antara lain PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan Pemprov DKI Jakarta.

Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi tersebut. Informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat apabila terdapat perkembangan yang perlu diketahui.

"Jakarta tetap beraktivitas seperti biasa dengan kewaspadaan yang proporsional. Ikuti informasi resmi, lindungi diri dan keluarga, tetap tenang, tetap waspada," tutur Marulitua.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya