Berita

Operasi modifikasi cuaca (OMC). (Foto; istimewa)

Politik

Potensi Awan Hujan di Kalbar Terbuka Hingga 8 September

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 09:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

. Pemerintah memaksimalkan potensi awan hujan hingga 8 September 2026 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat. Langkah ini dilakukan di tengah kondisi asap yang masih pekat, meski penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menunjukkan penurunan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, mengatakan penanganan karhutla di Kalbar masih menghadapi persoalan asap, terutama karena karakteristik lahan gambut. Menurutnya, api di sejumlah lokasi telah berhasil dipadamkan, namun asap masih bertahan.

“Jadi memang terjadi penurunan, meskipun sangat pekat ini apa asapnya ya kabutnya ini bisa-bisa selesai itu nanti kalau setelah datang hujan yang deras. Mudah-mudahan ini tanggal 4 September 2026 informasinya Pak Menteri itu sampai tanggal 10 kita bisa lakukan OMC,” ujar Suharyanto dalam rakor penanganan karhutla di Pontianak, Minggu, 6 September 2026.


Suharyanto mengatakan hujan deras diharapkan dapat membantu mengatasi kondisi tersebut. Untuk mengejar peluang hujan tersebut, BNPB merencanakan pengerahan dua pesawat Cassa untuk melaksanakan OMC di Kalbar. 

“Untuk Kalimantan Barat kami rencanakan untuk dua unit pesawat Cassa ini untuk melaksanakan OMC. Asap itu bisanya hanya oleh hujan, gitu ya apinya sudah padam tetapi asapnya ini yang mengganggu kehidupan masyarakat," ujar Suharyanto.

Pada kesempatan yang sama Menhut Raja Antoni mengatakan terdapay peluang potensi awan hujan di Kalbar pada 4-8 September yang akan dimaksimalkan untuk OMC. Ia menegaskan setiap bibit awan yang memungkinkan untuk disemai akan dimanfaatkan, termasuk di wilayah yang belum terdampak karhutla untuk mendukung pembasahan dan menjaga tinggi muka air tanah

“Alhamdulillah tadi dengan BMKG ada potensi awan hujan di Kalimantan Barat ini dari tanggal 4 sampai tanggal 8. Tadi Pak Danlanud sudah sepakat, sampai tengah malam pun kalau potensi awan hujan ada, jalan,” ujar Raja Antoni.

Dukungan pesawat untuk OMC tetap disiagakan hingga 13 September. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar setiap peluang pembentukan awan hujan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membantu penanganan sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru.

“Di mana pun ada bibit awan gitu ya, semainya, meskipun tidak langsung terkait dengan lokasi terjadinya karhutla, kita hajar. Pembasahan, meninggikan tinggi muka air tanah, supaya sekali lagi tidak akan terjadi kebakaran,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya