Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 16:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah menerima suap untuk mempertahankan seorang pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) agar tidak dimutasi.

Purbaya memastikan tidak menerima uang untuk memengaruhi keputusan terkait mutasi pejabat Bea Cukai tersebut. Ia bahkan mengaku telah meminta informasi mengenai dugaan tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Enggak ada itu. Saya sudah tanya KPK, orang saya suruh tanya KPK enggak ada,” ujar Purbaya dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu 5 September 2026.


Ia juga menegaskan bahwa pejabat yang disebut hendak dipertahankan melalui lobi tersebut tetap dipindahkan dari jabatannya.

Menurut Purbaya, hal itu menunjukkan dirinya tidak menerima suap untuk mengubah keputusan mengenai mutasi tersebut.

“Kalau saya juga enggak disuap, karena orangnya juga yang dipecat juga kan dipindahin nanti ditangkap lagi. Saya pindahin ke daerah kan? Katanya supaya enggak pindah kan itu, orangnya pindah,” terang dia.

Sebelumnya, KPK mengungkap adanya informasi intelijen mengenai dugaan upaya suap yang menyeret seorang pejabat Bea Cukai.

Informasi tersebut berkaitan dengan dugaan pengumpulan uang untuk melakukan lobi kepada bendahara negara tersebut. Uang itu diduga disiapkan untuk memengaruhi Purbaya agar pejabat Bea Cukai yang bersangkutan tetap mempertahankan jabatannya dan tidak dimutasi.

KPK menyatakan informasi tersebut telah diterima penyidik dan masih dapat ditelusuri lebih lanjut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan informasi tersebut memang sempat disampaikan kepada penyidik. Namun, dugaan lobi kepada Purbaya bukan menjadi fokus utama dalam perkara yang tengah ditangani.

“Memang ada sedikit informasi yang disampaikan ke penyidik, tetapi itu bukan menjadi hal yang difokuskan karena awal-awal cerita tertangkap tangan itu kan pemberian yang dari PT Blueray Ray begitu ya,” kata Achmad kepada media.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya