Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Global

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 13:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menawarkan peluang investasi kepada perusahaan-perusahaan Rusia untuk mengembangkan 138 blok eksplorasi energi yang telah dibuka pemerintah Indonesia.

Tawaran tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.

Kepala Negara mengatakan Indonesia membuka kesempatan bagi perusahaan Rusia untuk masuk dengan membawa teknologi dan keahlian yang dimiliki.


"Kami baru saja menyampaikan informasi kepada mitra-mitra Rusia bahwa Indonesia kini telah membuka 138 blok eksplorasi energi, dan kami mengundang kelompok-kelompok Rusia, perusahaan-perusahaan Rusia, beserta teknologi mereka untuk terlibat di 138 blok tersebut," kata Prabowo di Eastern Economic Forum (EEF) Vladivostok, Rusia, dikutip dari Antara, Jumat, 4 September 2026.

Menurut Prabowo, pembahasan kerja sama energi Indonesia dan Rusia juga mencakup pengembangan sejumlah proyek bersama, termasuk pembangunan kilang serta terminal penyimpanan energi.

“Saya kira kami mempertimbangkan semua prospek. Kami berdiskusi mengenai kerja sama dengan kelompok-kelompok Rusia untuk mengembangkan proyek-proyek bersama, seperti kilang dan terminal penyimpanan di bidang energi,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan Indonesia saat ini memiliki banyak pasokan LNG sehingga pada sektor tertentu belum membutuhkan gas dari Rusia secara langsung. Meski demikian, Indonesia tetap membuka peluang pemanfaatan teknologi Rusia serta pengembangan proyek bersama di bidang energi. 

Kerja sama kedua negara juga berkembang pada sektor pupuk dan pengolahan pertambangan. Salah satunya melalui penandatanganan MoU antara perusahaan pupuk Indonesia dan salah satu kelompok usaha terbesar Rusia untuk berinvestasi dalam proyek produksi pupuk berbasis gas di Timur Jauh Rusia.

"Jadi, proyek-proyek ini berjalan sangat baik dan sudah berkembang cukup jauh," kata Prabowo. 

Di sektor pengolahan pertambangan, Indonesia juga menggandeng Rusal, perusahaan aluminium asal Rusia. 

"Rusal akan masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok-kelompok Indonesia," ucapnya. 

Prabowo menegaskan peluang memperluas kemitraan masih terbuka. 

"Jadi, kami masih menantikan semakin banyak kerja sama bersama antara Rusia dan Indonesia," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya