Berita

Ilustrasi beras di pasar (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 13:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah pemerintah dalam memperkuat pengawasan tata niaga beras, termasuk penertiban mutu, pelabelan, dan peredaran beras fortifikasi didukung Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan kebijakan pangan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi konsumen.

Namun, ia menilai pemerintah juga perlu melihat persoalan tersebut secara lebih utuh. Kenaikan harga gabah di tingkat petani yang telah melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) beras relatif tetap, telah menciptakan tekanan pada struktur biaya penggilingan dan produsen beras. 


Dalam sejumlah sentra, harga GKP bahkan telah berada di atas Rp8.000 per kilogram, sementara HPP gabah berada pada Rp6.500 per kilogram.

“Kita tentu mendukung harga gabah yang baik bagi petani. Tetapi pada saat yang sama, kebijakan harga di hilir harus ikut menyesuaikan realitas biaya produksi. Jangan sampai regulasi justru menciptakan ruang bagi praktik yang merugikan konsumen,” ujar Slamet, Jumat, 4 September 2026.

Ia menyoroti temuan terkait beras fortifikasi yang dijual Rp22.000 hingga Rp42.500 per kilogram, padahal estimasi harga wajarnya dengan bahan baku beras medium sekitar Rp14.000 per kilogram. Selain itu, sekitar 80 persen sampel yang diuji disebut tidak sesuai dengan klaim kandungan gizi pada label.

Menurut Slamet, kondisi tersebut perlu segera dibenahi karena tujuan utama fortifikasi pangan adalah memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Fortifikasi adalah kebijakan yang baik. Tetapi jangan sampai label fortifikasi berubah menjadi pintu masuk untuk menjual beras dengan harga yang tidak proporsional. Apalagi jika kandungan gizinya tidak sesuai dengan yang dijanjikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Slamet mendorong pemerintah melakukan evaluasi formula HET secara berkala dengan mempertimbangkan harga gabah riil dan rendemen penggilingan, tanpa mengurangi perlindungan kepada konsumen. Pada saat yang sama, pengawasan terhadap beras khusus perlu diperketat melalui verifikasi laboratorium, kepatuhan SNI, izin edar PSAT, serta transparansi klaim gizi dan komponen harga.

Ia juga mendukung langkah Satgas Pangan menindak tegas praktik oplosan maupun manipulasi label, sembari meminta pemerintah menjaga pasokan beras terjangkau melalui optimalisasi cadangan beras pemerintah dan program SPHP Bulog.

“Semangat kita bukan mencari siapa yang salah, tetapi memperbaiki tata niaga beras dari hulu sampai hilir. Petani harus tetap mendapatkan harga yang layak, pelaku usaha memperoleh margin yang wajar, dan masyarakat mendapatkan beras yang aman, bermutu, serta terjangkau. Pemerintah sudah berada di jalur yang tepat dengan melakukan pengawasan, tinggal memastikan perbaikan kebijakannya menyentuh akar persoalan,” pungkas Slamet.





Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya